• Pembentukan Kota Tanjung Selor Terkendala Pp 19/2008

    0

        Tanjung Selor, jurnalsumatra.com – Pembentukan Kota Mandiri Baru Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan sebagai persiapan ibu kota Provinsi Kalimantan Utara terkendala Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 terkait dengan jumlah penduduk.
    Hal ini dikemukakan Kepala Sub Bagian Otonomi Daerah Kabupaten Bulungan, Mahmuddin di Tanjung Selor melalui siaran persnya, Jumat bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten/Kota minimal memiliki empat kecamatan dalam satu kota.
    Selain itu, dalam satu kecamatan harus memiliki 10 desa dengan jumlah penduduk minimal 300 kepala keluarga (KK) atau minimal 1.500 jiwa. Hal itu menyebabkan Tanjung Selor belum memenuhi syarat menjadi kota saat ini.
    Meskipun demikian, Pemkab Bulungan tetap akan melakukan kajian serta sejumlah persiapan terkait masalah teknis pembentukannya dengan mengusulkan Tanjung Selor dapat dimekarkan dengan status kota dengan berbagai kekurangan tersebut.

        Mahmuddin menjelaskan, untuk memenuhi syarat teknis yang dibutuhkan Pemkab Bulungan telah memekarkan sejumlah kelurahan dan desa sebagai salah satu syarat pembentukan daerah otonomi baru (DOB) menjadi kota.
    Oleh karena itu, dia mengharapkan peran pemerintah Provinsi Kaltara dan Pemkab Bulungan untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi Tanjung Selor kepada pemerintah pusat.
    Sehubungan dengan permasalahan jumlah penduduk, Wakil Gubernur Kaltara, Udin Hianggio menanggapinya dengan mengatakan, memang Tanjung Selor dibutuhkan menjadi ibukota Kaltara makanya perlu dimekarkan terlebih dahulu menjadi kota sesuai Undang-undang yang berlaku.
    Namun kata dia, tetap dibutuhkan sejumlah persiapan administrasi yang perlu dipenuhi dalam waktu dekat ini sebagai syarat yang wajib dilengkapi termasuk jumlah penduduk yang belum memenuhi ketentuan yang berlaku sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang DOB.
    Persiapan berikutnya yang akan dilakukan Pemkab Bulungan adalah dengan memekarkan Kelurahan Tanjung Selor Ilir, Tanjung Selor Ulu dan Tanjung Selor Timur ditambah Desa Jelarai Selor, Gunung Seriang, Bumi Rahayu, Gunung Sari, Apung, dan Desa Tengkapak.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com