• Pejabat: 12.000 Nelayan Cilacap Diikutsertakan Program Asuransi

    0

    Cilacap,  jurnalsumatra.com – Sebanyak 12.000 nelayan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bakal diikutsertakan dalam program asuransi nelayan, kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pengelola Sumberdaya Kawasan Segara Anakan (DKP2SKSA) Cilacap Supriyanto.
    “Kami telah melakukan pendataan terhadap 12.000 nelayan yang akan diikutsertakan dalam program asuransi nelayan yang digagas Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) dengan menunjuk PT Jasindo sebagai operator,” katanya di Cilacap,  Senin.
    Dalam asuransi yang akan ditangani PT Jasindo itu, kata dia, nelayan mendapat perlindungan atas risiko yang dialami dalam menjalani pekerjaan melaut, di antaranya cuaca ekstrem, keselamatan kerja, harga hasil tangkapan yang tidak stabil, dan kompetisi yang tidak sehat.
    Ia mengatakan berdasarkan informasi dari laman Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP,  program asuransi tersebut juga bermanfaat mendorong produktivitas dan kesejahteraan nelayan.
    “Dalam laman itu juga disebutkan bahwa risiko yang ditanggung, yakni nelayan yang mengalami kecelakaan dan memerlukan biaya pengobatan, mengalami cacat tetap, meninggal dunia, karena kecelakaan dalam bekerja, serta nelayan meninggal yang disebabkan bukan karena aktivitas penangkapan ikan. Jadi, nelayan yang meninggal akibat aktivitas bongkar muat di tempat pendaratan ikan pun mendapat asuransi,” katanya.

    Ia menjelaskan santunan yang diberikan kepada nelayan yang mengalami kecelakaan saat melakukan aktivitas menangkap ikan pun cukup besar, yakni Rp200 juta jika meninggal dunia, Rp100 juta jika mengalami cacat tetap, dan Rp20 juta untuk biaya pengobatan.
    Untuk nelayan yang mengalami kecelakaan akibat aktivitas selain penanangkapan ikan, kata dia, akan mendapat santunan Rp160 juta jika meninggal dunia, cacat tetap Rp100 juta, dan biaya pengobatan Rp20 juta.
    Ia mengatakan pemerintah akan membantu pembayaran premi asuransi nelayan yang Rp175 ribu per tahun dengan total anggaran yang disiapkan Rp175 miliar bagi satu juta nelayan.
    “Pemberian premi asuransi untuk satu juta nelayan merupakan salah satu program prioritas KKP sejalan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam. Rencananya, asuransi untuk 12.000 nelayan di Cilacap akan diluncurkan tahun ini,” katanya.
    Selain untuk program asuransi, pihaknya juga sedang mendata nelayan yang akan mendapat bantuan “conventer kit” sebagai upaya untuk mendukung program konversi dari bahan bakar minyak ke gas.
    “Ada 900 unit ‘conveter kit’ yang akan dibagikan untuk nelayan Cilacap,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com