• Pedagang Daging Tutup Jelang “Hari Meugang”      

    0

    Meulaboh, jurnalsumatra.com-Para pedagang daging di lokasi Pasar Bina Usaha Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mendadak berhenti berjualan menjelang hari “meugang” (motong) sambut lebaran Idul Adha 1437 Hijriah.
    “Saya hari ini hendak membeli daging untuk Lebaran Idul Adha, karena besok hari meugang pedagang daging di pasar tutup,” kata Amran, salah seorang warga ditemui di kawasan Lhung Nak Yee rumah daging Pasar Bina Usaha, Meulaboh, Sabtu.
    Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah resmi menentukan hari meugang jatuh pada Minggu (11/9), hari tersebut disesuaikan dengan jadwal lebaran Idul Adha 1437 Hijriah yang dilaksanakan secara serentak pada Senin (12/9).
    Hari biasa untuk harga jual daging di rumah daging pasar bina usaha oleh pedagang tetap tersebut adalah Rp130.000/Kg untuk daging ternak besar kerbau dan sapi, rumah daging tersebut dikelola oleh UPTD Pasar Bina Usaha Meulaboh.
    Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Koperasi selalu menganjurkan kepada masyarakat untuk berbelanja daging persiapan lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha adalah 1-2 hari sebelum hari Meugang untuk menghindari gejolak kenaikan haga.
    Namun anehnya, para pedagang di rumah daging pasar bina usaha tersebut tidak ada satupun lapak penjualan yang terbuka pada Sabtu (10/9) dua hari jelang hari raya qurban, biasanya pedagang penuh dengan tumpukan dan gantungan daging ternak.
    “Kemarin saya lihat banyak orang datang membeli daging, hari ini banyak juga yang datang dan kemudian kembali karena tidak ada pedagang daging, biasanya mereka ada setiap hari,” sebut Fatmah, salah seorang masyarakat pedagang aneka rempah.
    Beredar informasi kepada seluruh pelaku usaha di lokasi pasar itu, ada pihak yang datang menyampaikan kepada pedagang daging terhadap pelarangan berjualan dua hari menjelang lebaran, demi kebersamaan dan penentuan harga daging pengusaha.
    Akibat adanya kejadian seperti telah dikondisikan demikian, masyarakat khawatir harga daging pada hari Meugang di Aceh Barat Minggu (11/9) bisa tembus Rp180.000/kg, karena tidak ada ruang lain diberikan kepada masyarakat membeli daging.
    Sementara itu tempat lokasi penjualan daging Meugang Lebaran Idul Adha 1437 Hijriah telah ditentukan di sepanjang bantaran Lhung Nak Yee, jalan Daud Dariah II, lapak-lapak penjualan terlihat sudah disiapkan dan lokasi pasar dipadati antrian kendaraan serta aktivitas masyarakat dan pedagang.
    Pemkab Aceh Barat mengharapkan tidak terjadi kenaikan harga daging terlalu drastis karena memberatkan masyarakat, sebab meskipun harganya tinggi masyarakat Aceh tetap membeli walau hanya setengah kilogram karena sudah membudaya.
    “Kita harapkan harga daging tidak sampai segitu (Rp170.000/kg), pemerintah pada prinsipnya tidak menyediakan ternak sembelih, itu semua milik pedagang dan soal hargapun tidak bisa diintervensi pemerintah,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Barat Safrizal menambahkan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com