• Pariwisata Manggarai Barat Perlu Didukung Infrastruktur    

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur Andre Koreh mengatakan masih perlu dilakukan pembenahan terhadap infrastruktur di Manggarai Barat, Flores, untuk mendukung daerah itu sebagai salah satu dari 10 destinasi unggulan di Indonesia.
    “Infrastruktur di Manggarai Barat memang sudah disiapkan pemerintah pusat menjelang maupun pascapelaksanaan Sail Komodo pada Juli-September 2013, tetapi masih perlu dilakukan pembenahan-pembenahan,” kata Andre Koreh kepada Antara di Kupang, Selasa.
    Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan kesiapan infrastruktur di Labuan Bajo, Manggarai Barat, untuk mendukung daerah itu sebagai salah satu dari 10 destinasi unggulan di Indonesia.
    Pemerintah dalam upaya mendongkrak pariwisata Flores telah menetapkan Labuan Bajo, Ibu Kota Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, sebagai satu di antara sepuluh destinasi wisata unggulan di Indonesia.
    Labuan Bajo merupakan ‘gateway’ atau pintu gerbang bagi wisatawan yang hendak menikmati wisata bahari.
    Wisatawan dapat melihat keajaiban binatang purba komodo di Pulau Komodo, maupun pulau-pulau sekitarnya.
    Selain Labuan Bajo, sembilan daerah lain yang ditetapkan sebagai destinasi wisata Indonesia adalah Danau Toba di Sumatera Itara, Tanjung Kelayang di Blitung, Kepulauan Seribu di Jakarta, Tanjung Lesung di Banten, Borobodur Jawa Tengah.
    Selanjutnya Gunung Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Wakatobi di Sulawesi Tenggara dab  Morotai Maluku Utara.
    Menurut Andre Koreh, penetapan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata Indonesia tentu membutuhkan perhatian lebih terhadap daerah itu.
    Artinya, infrastruktur sudah dibangun tetapi dengan menjadi destinasi wisata unggulan, maka dengan sendirinya akan lebih banyak lagi tugas pemerintah untuk memenuhi semua kebutuhan infrastruktur,” katanya.
    Kebutuhan infrastruktur yang perlu mendapat perhatian adalah jalan, air bersih, litsrik maupun telepon.
    Dia berharap, ada dukungan penuh dari dari masyarakat agar upaya pembenahan yang akan dilakukan ke depan, tidak menemui hambatan-hambatan di lapangan.
    “Kita mau bangun jalan misalnya, masyarakat harus relakan tanah mereka untuk membuka jalan, begitupun pembangunan air bersih serta infrastruktur lain,” kata Andre Koreh.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com