• Palembang dan Lubuk Linggau Alami Tingkatan Usaha

    0

    bps yosPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Sensus ekonomi tahap awal di provinsi Sumatera selatan Mengalami Peningkatan atau naik usaha sebanyak 656.000 dibandingkan jumlah usaha hasil sensus tahun 2006  sebanyak 545.000.

    Peningkatan usaha tahun 2016 tersebut terjadi di kota palembang dan kota lubuklinggau karna dinilai sentral ekonomi baru karna kedua kota tersebut didukung oleh kabupaten yang berdekatan dengan kota tersebut.

    Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Yos Rusdiansyah, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (7/9/). Menyampaikan, Prediksi ini mengacu pada data yang didapatkan saat Sensus Ekonomi atau SE 2016 yang dilakukan Mei lalu secara total terjadi pertumbuhan jumlah usaha sebesar 20,5 persen, selama 10 tahun ini.

    “Mengacu SE 2016, Musi Rawas atau Mura mencatatkan pertumbuhan jumlah usaha yang tinggi yakni 60,9 persen dalam 10 tahun terakhir serta Sejalan dengan kota lubulinggau dengan pertumbuhan cukup bagus, kebutuhan untuk Linggau dipenuhi oleh Mura, kabupaten penopangnya.” ujarnya

    Yos juga mengatakan, Lubuklinggau sendiri mencatatkan pertumbuhan jumkah usaha sebesar 32,9 persen. Kabupaten lain cukup tinggi pertumbuhannya, yakni Musi Banyuasin  tumbuh 55 persen, juga banyak kegiatan ekonomi, baik itu level menengah atau besar serta rumah tangga.

    Pertumbuhan Muba, diakui dia, juga ditopang oleh akses jalan sekarang bagus, Muba ke Linggau, yang menjadi pendukung tumbuhnya kedua kabupaten. Banyak pasokan kebutuhan Linggau diperkirakan berasal dari Muba.

    “Lainny kabupaten Ogan Komering Ilir dengan pertumbuhan 44 persen. Kita menduga, pertumbuhan OKI untuk mendukung Kota Palembang, karena (OKI,red) relatif dekat dengan ibu kota provinsi. Sama halnya dengan Ogan Ilir yang juga tumbuh 44 persen,”kata dia.

    Dalam hasil SE 2016, dalam 10 tahun terakhir ada sejumlah kabupaten bertumbuh pesat guna menopang kota-kota terdekat.

    Kedua kota tersebut, akui Yos, ada pendukungnya di Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir Palembang serta Muba dan Mura pendukung bagi Kota Lubuklinggau. Kota Palembang sendiri, pertumbuhan memang rendah hanya 3 persen dalam 10 tahun terakhir.

    “Namun, rendahnya pertumbuhan tersebut, secara kualitas pertumbuham ekonomi dinilai BPS Sumsel masih bagus. Dan Ada juga beberapa area yang kita ketahui selama 10 tahun terakhir terjadi perubahan, dulu ada perumahan, dijadikan tempat usaha besar sepert halnya mall,”jelasnya.

    Lanjunya, Karena dalam sebuah perumahan, diakuinya, banyak potensi pelaku usaha, salah satunya skala rumah tangga. Bisa menengah atau kecil. Tak hanya itu, kata Yos, beberapa daerah seperti di IT 2 sekarang dijadikan daerah penghijauan, ada pelabaran jalan yang dulunya rumah warga berpotensi ada usaha juga mempengaruhi.

    Namun secara kualitas pertumbuhan ekonomi Palembang masih bagus, karena mall yang bangun mampu menyerap banyak usaha disekitarnya, baik menengah kecil skala pengusahanya. Atau Kualitas pengusahanya cukup bagus.”tegasnya.(madon)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com