• NTB Perjuangkan Gili Gede Jadi Perlintasan “YACHT”      

    0

    Mataram, jurnalsumatra.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat terus memperjuangkan Gili Gede, Kabupaten Lombok Barat sebagai pelintasan “yacht” atau kapal layar pesiar setiap tahun dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan.
    “Saya sudah berdarah-darah memperjuangkan agar kawasan itu (Gili Gede) jadi agenda tetap pelintasan ‘yacht’ setiap tahun,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Mohammad Faozal, di Mataram, Sabtu.
    Menurut dia, jika sudah menjadi destinasi dan pelintasan resmi, maka tidak ada lagi pembayaran uang jaminan ketika ada agen yang mau masuk ke Gili Gede membawa rombongan wisatawan menggunakan “yacht”.
    “Setiap ada ‘yacht’ yang mau ke Gili Gede, kami memberanikan diri sebagai penjamin karena itu persyaratan dari Imigrasi dan Bea Cukai,” ujarnya.
    Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, juga sangat mendukung adanya investor, dalam hal ini PT Marina Del Ray yang ingin membangun marina atau tempat parkir “yacht” di Gili Gede.
    Sebab, nilai ekonomi dari kedatangan wisatawan luar negeri menggunakan kapal layar pesiar tersebut lebih dahsyat dibandingkan yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok.
    “Bayangkan, jika selama 10 hari para turis asing yang membawa kapal layar pesiar itu singgah di Lombok, kemudian mencari bahan makanan, mengunjungi objek wisata dan pasar, berapa uang yang dikeluarkan,” ucapnya.
    Untuk bisa menjadi pelintasan tetap, menurut Faozal, investor harus berkomitmen membangun berbagai infrastruktur dasar, seperti fasilitas dermaga bongkar muat, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menyediakan bahan bakar khusus untuk kapal layar pesiar.
    “Desain perencanaan PT Marina Del Ray sudah sangat bagus, tinggal kami menunggu komitmennya membangun infrastruktur dasar di Gili Gede, terlebih sudah ada izin dari Kementerian Perhubungan,” katanya.
    PT Marina Del Ray merupakan perusahaan asing yang akan membangun marina atau tempat parkir kapal pesiar di perairan Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.
    Investor asal Australia sebagai pemilik PT Marina Del Ray yang beroperasi di Lombok, berencana menanamkan investasinya sekitar Rp1 triliun untuk membangun bisnis marina, resort dan lainnya di atas lahan seluas enam hektar yang ada di Desa Gili Gede Indah.
    Infrastruktur lain yang akan dibangun adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan penyulingan air bersih yang dihasilkan dari proses produksi energi listrik dari PLTA.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com