• November Hibah Tanah Ke LIPI Diselesaikan        

    0

    Sabang, Aceh, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Sabang terus berupaya untuk menyelesaikan proses admnistrasi hibah tanah ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Krueng Raya, pada November 2016.
    “Sesuai dengan hasil kesepakatan bersama paling lambat November ini proses hibah tanah dari Pemerintah Aceh ke LIPI sudah clear,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembagunan Daerah (Bappeda) Kota Sabang, Anas Fahruddin di Sabang, Kamis.
    Ia mengakui, penyelesaian proses hibah tanah dari Pemerintah Aceh ke LIPI sudah menjadi kesepakatan bersama ketika berlangsungnya rapat koordinasi dengan pihak terkait di Sabang baru ini.
    “Dalam rapat bersama yang dihadiri langsung Kepala Pusat Penelitian Asenografi LIPI, Dr Dirhamsyah bersama Dirjennya, Kepala Bappeda Aceh dan pihak lainnya sudah sepakat hibah tanah diselesaikan pada November 2017,” katanya lagi.
    Ia juga menyebutkan, LIPI membutuhkan tanah untuk pembangunan stasiun penelitian di Krueng Raya, Sukakarya, Sabang seluas 5 hektare.
    Lahan yang sudah direklamasi Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dikawasan tersebut seluas 1,7 ha, lalu yang sudah dibebaskan oleh Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Perikanan dan Kelauatan (DKP) Aceh seluas 1,6 ha.
    Kemudian lanjutnya, sisanya lahan milik masyarakat yang belum dibebaskan di lokasi tersebut sekira 1,7 ha sedang dalam proses pembebasan, sebutnya.
    Ia menambahkan, proses hibah tanah dari pemerintah daerah ke LIPI sebenarnya tanggung jawab Pemerintah Provinsi Aceh, pasalnya Gubernur Aceh sudah berjanji ke Pemerintah Pusat (LIPI).
    Sekda Kota Sabang, Sofyan Adam yang dihubungi secara terpisah juga menyampaikan, Pemerintah Kota Sabang akan berupaya dengan maksimal agar proses penyelesaikan hibah tanah ke LIPI sesuai dengan kesepakatan bersama segera diselesaikan.
    “Kita akan melakukan koordinasi yang optimal dan berharap Pemerintah  Provinsi Aceh bersama pihak lainnya segera menyelesaikan proses hibah tanah tersebut, agar LIPI segera hadir di pulau paling ujung barat Indonesia,” katanya.
    Sebelumnya, Kepala Pusat Penelitian Asenografi LIPI Dr Dirhamsyah menegaskan, jika Pemerintah Kota Sabang dan Pemerintah Aceh tidak menyelesaikan proses hibah tanah pada tahun 2016 ini maka pembangunan stasiun LIPI akan dialihkan ke daerah lainnya.
    “Kami komitmen membangun Sabang dan sekarang kita ingin pemerintah daerah komitmen, jika tidak segera menyelesaikan proses hibah tanah, hanya tanah ya, maka pembagunan LIPI akan kita alihkan ke daerah lain,” tegas Kepala Pusat Penelitian Asenografi LIPI itu.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com