• Nelayan Seruyan Tak Melaut Akibat Gelombang Tinggi      

    0

    Kuala Pembuang, jurnalsumatra.com – Nelayan di kawasan pesisir pantai Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah tidak bisa melaut karena tingginya gelombang sejak sepekan terakhir.
    Salah seorang nelayan pesisir Seruyan Juhriyani (53) di Kuala Pembuang, Sabtu mengatakan sudah beberapa hari ini ratusan nelayan pesisir Seruyan tidak melaut.
    “Saat ini cuaca sedang tidak bersahabat dan gelombang tinggi disertai angin kencang sehingga nelayan tidak berani melaut,” katanya.
    Sambil menunggu cuaca dan gelombang kembali normal untuk kembali melaut, sebagian besar nelayan di pesisir żBumi Gawi Hatantiringż mengisi kegiatan sehari-hari dengan membersihkan kapal atau memperbaiki jaring ikan.
    Sementara sebagian nelayan lain ada juga yang memilih untuk merawat kebun dan ternak, atau tetap menangkap ikan di sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
    Nelayan lainnya, Ardani (51) menambahkan, gelombang besar disertai angin kencang bukan hanya membuat nelayan tradisional dengan kapal kecil yang tidak bisa melaut juga nelayan dengan kapal besar berukuran.
    “Gelombang dua meter seperti sekarang, kalaupun dipaksakan, kapal nelayan tidak bisa melaut terlalu jauh sehingga hasil tangkapan tidak maksimal dan rugi, jadi nelayan lebih memilih tidak melaut,” katanya.
    Berdasarkan kalender laut, nelayan hanya dapat melaut dengan kondisi normal pada Febuari-Mei, sedangkan Juni hingga Februari kondisi laut sering tidak menentu, maka kadang-kadang nelayan melaut, kadang pula tidak.
    Jadi dalam setahun nelayan hanya terhitung pergi melaut selama enam bulan, kalau dulu ketika cuaca masih teratur bisa enam sampai dengan delapan bulan.
    “Kita hanya bisa berharap gelombang bisa segera turun, dengan begitu nelayan pesisir Seruyan bisa kembali melaut guna memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com