• Nelayan Resah Dengan Maraknya Pengeboman Ikan

    0

        Waingapu, Sumba Timur, jurnalsumatra.com – Sejumlah nelayan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, resah dengan maraknya kasus pengeboman ikan di perairan daerah itu.
    “Masalah pengobaman ikan ini sudah lama terjadi, dan berlangsung kurang lebih tiga sampai empat tahun terakhir,” kata Penasihat Nelayan Kampung Bugis Kabupaten Sumba Timur Mansyur Muslim di Waingapu Sumba Timur, Sabtu.
    Para nelayan di kabupaten itu tidak bisa berbuat apa-apa dalam mencegah maraknya kasus tersebut, namun pihaknya sudah sering melaporkannya kepada pemda dan pihak keamanan, tetapi juga tidak ada respons.
    Menurut dia, aksi pengeboman ikan bisa dilihat oleh nelayan Sumba Timur meskipin mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena  para pengebom ikan dipersenjatai dengan senjata api.
    “Kami juga takut, kalau kami mendekat nanti nelayan-nelayan yang hampir semuanya berasal dari Bima, NTB itu akan membunuh kami, jadi saat kami melihatnya kami hanya bisa pasrah dan ketika tiba di darat baru kami lapor ke pihak keamanan,” katanya.
    Pada kesempatan terpisah, seorang warga setempat, Muhammad Saleh, juga mengakui hal yang sama. Maraknya kasus pengeboman ikan di wilayah perairan setempat membuat dirinya terpaksa berhenti menjadi nelayan, akibat hasil tangkapan lautnya menurun drastis.

       “Saat ini saya menjadi sopir mobil rental, ya walaupun uangnya tidak sebesar saat berada di laut tetapi lebih besar dari penghasilan pascapengeboman ikan yang marak di Sumba Timur,” ujarnya.
    Ia berharap masalah pengeboman ikan yang sudah meresahkan nelayan di 15 kecamatan pesisir Sumba Timur ini segera diatasi.
    Sebab, katanya, jika tidak dicegah maka ekosistem ikan di perairan itu akan habis yang kemudian akan membuat nelayan-nelayan dari seluruh Pulau Sumba mencari ikan di luar perairan Sumba.
    Bupati Sumba Timur Gideoan Mbilijora juga mengakui maraknya kasus pengebomman ikan yang terjadi di wilayah perairan setempat.
    “Sejauh ini lokasi yang menjadi  target dari kasus pengeboman ikan terjadi di 15 kecamatan pesisir di Sumba Timur. Namun walaupun kami  mengetahui hal tersebut, kami  tidak bisa berbuat apa-apa karena keterbatasan sarana prasarana kami miliki,” katanya.
    Ia mengatakan kawasan yang menjadi lokasi pengeboman ikan adalah di  wilayah utara, timur, dan selatan, Kabupaten Sumba Timur terutama di Tanjung Sasar, Melolo sampai Salura hingga Mangudu yang merupakan pulau terdepan dari NKRI
    Hal yang dibutuhkan saat ini oleh Pemda Sumba Timur adalah meningkatkan status pos Angkatan Laut menjadi Pangkalan Angkatan Laut, agar patroli di perairan Sumba  bisa dilakukan secara rutin oleh anggota TNI AL dalam mencegah maraknya kasus pengeboman ikan di daerah itu.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com