• Masyarakat Kalteng Waspada Meluasnya Ancaman Paham Radikal      

    0

    Sampit, Kalteng, jurnalsumatra.com – Masyarakat Kalimantan Tengah diimbau mewaspadai paham radikal dan terorisme di daerah ini karena bisa mucul di mana saja dan dikhawatirkan terus meluas.
    “Kini paham radikal tidak lagi karena alasan ekonomi dan pendidikan. Di kampus pun sudah masuk. Semua pihak harus memberi pemahaman yang benar kepada masyarakat,” kata Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kalimantan Tengah, H Nurul Edy saat dialog di Sampit, Kamis.
    Dialog yang digelar itu mengangkat tema terkait pelibatan da’i dalam program Islam damai untuk pencegahan paham radikal dan terorisme. Ratusan da’i, penghulu dan guru agama dari berbagai sekolah, pesantren dan tokoh agama dari berbagai kecamatan, hadir dalam acara itu.
    Sejumlah narasumber dihadirkan, seperti Ketua Majelis Ulama Indonesia Kotawaringin Timur KH Abdul Hadi Riduan, guru besar UIN Makassar Hamdan Jauhanis, akademisi The Nusa Institute Saifuddin Zuhri dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kotawaringin Timur H Samsudin.
    “Terorisme, narkoba dan korupsi paling menonjol dan kuat mengancam NKRI. Makanya tokoh agama perlu peduli untuk memberi pencerahan kepada masyarakat,” kata Nurul.
    Diakuinya, Kotawaringin Timur dipilih menjadi tempat digelarnya dialog karena daerah itu termasuk rawan masuknya paham radikal dan terorisme. Salah satu penyebabnya adalah akses yang sangat terbuka ke kabupaten itu yakni melalui darat, sungai, laut dan udara.
    Wakil Bupati Kotawaringin Timur HM Taufiq Mukri mengatakan, pemerintah daerah terus mengawasi kemungkinan munculnya paham radikal dan terorisme. Dia mengapresiasi digelarnya dialog untuk memberi pemahaman dan meyakinkan masyarakat untuk mencegah paham-paham berbahaya itu.
    “Sampai saat ini belum kami temukan dan belum ada laporan adanya ajaran sesat, radikal atau terorisme di Kotawaringin Timur. Kami meminta segenap elemen masyarakat turut memperhatikan masalah ini,” kata Taufiq.
    Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Hendra Wirawan mengatakan, pihaknya turut memantau masalah paham radikal dan terorisme. Melalui jajaran mereka di seluruh wilayah, deteksi dini terus dilakukan agar tidak ada peluang munculnya paham radikal dan terorisme.
    Hendra mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh ajaran-ajaran yang bertentangan dengan agama. Masyarakat juga diminta turut memberi pemahaman kepada warga lain agar tidak terhasut paham radikal dan terorisme.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com