• Mantan Gubernur Malut Divonis Dua Tahun Penjara

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Mantan Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn divonis dua tahun penjara ditambah denda Rp150 juta subsider tiga bulan kurungan dalam kasus korupsi dana tak tersangka (DTT) APBD dan APBD Perubahan Maluku Utara 2004.
    “Menyatakan terdakwa Thaib Armaiyn tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dalam dakwaan primer, membebaskan terdakwa dari dakwaan primer. Menyatakan terdakwa Thaib Armaiyn terbukti sah dan meyakinan bersama dan berlanjut dakwaan subsider menjatuhkan pidana penjara dua tahun dan denda Rp150 juta ketentuan tidak dibayar diganti pidana kurungan tiga bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Ibnu Basuki Widodo dalam sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu.
    Hakim menilai Thaib terbukti bersalah berdasarkan dakwaan subsider Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 KUHP.
    Thaib terbukti melakukan korupsi sebesar Rp6,9 miliar dari total dana APBD Provinsi Maluku Utara sekitar Rp24 miliar pada 2004.
    “Terdakwa terbukti memerintahkan secara lisan maupun disposisi memo kepada para saksi yang ditindaklanuti Abdurahim Muhammad dan Abdul Karim untuk menerbitkan SPMO (Surat Persetujuan Mendahului Otorisasi), kemudian membayarkan keuangan kepada orang-orang sedangkan penerimaan untuk terdakwa ditandatangani sekretaris gubernur yaitu saksi Ahmad Mas Agus,” ungkap hakim saat membacakan pertimbangan.
    Sehingga, menurut hakim, pengambilan uang APBD dan ABDP Perubahan Maluku Utara 2014 tidak akan mungkin diambil di luar peruntukkannya tanpa kerja sama yang erat antara Thaib Armaiyn dengan sejumlah pihak yaitu anak buahnya.
    “Hal yang memberatkan terdakwa adalah adalah perbuatan terdakwa tidak sesuai dengan program pemerintah memberantas korupsi, sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa telah mengembalikan uang hasil perbuatan korupsi selama masa jabatannya sebagai gubernur, bersikap sopan, banyak mendapatkan piagam atas jasa-jasanya dan terdakwa berada dalam keadaan saksi,” tambah hakim Ibnu.
    Atas putusan tersebut Thaib yang menghadiri sidang dengan dibantu kursi roda akan pikir-pikir selama tujuh hari.
    “Kami akan menggunakan kesempatan untuk pikir-pikir dari vonis majelis hakim,” kata pengacara Thaib.
    Thaib Armaiyn sebelumnya pernah buron setelah ditetapkan sebagai tersangka dan baru ditangkap oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri pada 11 Maret 2015 malam di kawasan Cempaka Putih. (anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com