• Mahasiswa UBL Ditunjuk Duta Penegak Keutuhan NKRI

    0

         Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Mahasiswa Universitas Bandarlampung (UBL) ditunjuk oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan sebagai duta penegak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk menyikapi sinyalemen telah memudar peran pemuda yang bertanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan NKRI.
    Rektor UBL Dr Ir M Yusuf S Barusman MBA, di Bandarlampung, Kamis, mengaku kampusnya siap mengemban amanah itu.
    “Kami mengapresiasi hal itu, ini suatu kehormatan bagi kami semua sivitas akademika UBL,” ujarnya pula.
    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan SE MM menjadikan para mahasiswa UBL sebagai duta penegak keutuhan NKRI.
    Hal itu ditecuskannya saat kuliah umum bersama 660 mahasiswa program S-1 yang didominasi penerima beasiswa UBL di aula gedung M, Gedung Dra Hj Sri Hayati Barusman, Rabu (21/9).
    Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri anggota DPR-RI periode 2014-2019 Daerah Pemilihan Jawa Tengah I dari Fraksi Golkar Drs HA Mujib Rohmat, Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin, Ketua Yayasan Administrasi Lampung (YAL) Dr Andala Rama Putra Barusman, para wakil rektor, dekan, kepala program studi, sekretaris progam studi maupun para dosen dari 4 fakultas dan 12 jurusan S1 di UBL.
    Kuliah umum itu, menurut Rektor UBL Yusuf Barusman menjadi ajang pemberian wejangan dari tokoh nasional.
    Selain itu, diangkatnya judul kuliah umum yang sinergis dengan penunjukan duta itu menandakan ada bentuk keprihatinan semua dalam menyikapi dinamika global.

         Dalam suatu riset yang dilansir berdasarkan survei Fund for Peace (FFP) terkait Indeks Keringkihan Negara atau Fragile State Index, Indonesia memiliki indeks 74,9 masuk kategori elevated warning atau hampir berbahaya.
    Sedangkan negara yang paling stabil indeksnya yakni Finlandia 18,8, dan yang paling ringkih adalah Somalia dengan nilai 114.
    “Tren penelitian itu dinilai dari tahun 2007-2016. Survei ini menggunakan testimoni pemuda dan mahasiswanya sebagai sampel penelitian, dengan 12 indikator yang digunakan, mulai stabilitas politik, ekonomi, korupsi, ekstremisme, hingga kriminalitas,” kata Yusuf pula.
    Menyikapi hal itu, katanya lagi, UBL menunjukkan perhatian, yaitu sejak tahun 2007 hingga kini menyikapi berbagai persoalan tersebut dengan penguatan yang sangat signifikan disinergikan dengan penerapan Tridharma Perguruan Tinggi.
    Menurutnya, penyikapan ke arah gerakan yang lebih komprehensif, peran UBL ternyata bisa memecahkan masalah kebangsaan yang akut, seperti korupsi, kriminalitas, dan penyalahgunaan narkoba.
    “Langkah ini kami optimalkan dulu di internal kampus, sehingga kehidupan kampus mengalami lompatan besar dalam menjaga NKRI, bahkan setelah berlangsung reformasi, termasuk mengupayakan menimalkan berbagai tekanan globalisasi lainnya,” katanya lagi.
    Selain itu, katanya pula, UBL juga senantiasa menjaga identitas kearifan lokal untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Identitas itu pula yang diselaraskan dengan gerakan pelopor 4 pilar kebangsaan yang digagas MPR RI, kata dia pula.
    “Termasuk upaya membangkitkan lagi gerakan cinta Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Ke depan perlu dirancang lagi wujud model untuk meningkatkan peran pemuda, termasuk kita semua untuk bisa memahami dan membaca situasi perubahan zaman agar bisa terus eksis sebagai kesatuan bangsa dan negara,” ujarnya pula.
    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan berharap peran para mahasiswa UBL sebagai penentu penjaga kedaulatan 4 pilar kebangsaan, terutama NKRI.
    “Diwujudkan tidak hanya dihapalkan tapi dicerminkan dengan berbagai kegiatan yang mengedepankan keadilan, demokrasi, hingga membuka kesempatan sama dalam menegakkan kesejahteraan masyarakat,” katanya lagi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com