• Limbah Tahu-Tempe Gangu Warga

    0
    Limbah Tahu-Tempe Gangu Warga

    Limbah Tahu-Tempe Gangu Warga

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Palembang mendesak para pengusaha produksi tahu dan tempe yang ada Jalan tanjung Sari kelurahan Bukit Kecamatan Kalidoni untuk segera membuat Septick Tank, hal ini agar limba yang dihasilkan selama ini tidak mengangu kenyaman warga sekitar.

    “Secepatnya kami minta kepada seluruh pengusaha untuk segera membuat Septick Tank, sehingga limba yang selama ini dikeluhkan warga tidak menjadi persoalan lagi,”kata Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda saat melakukan pantaun langsung yang didampingi Kepala BLH, Kamis (15/9).

    Menurut perempuan yang lebih akrab disapa Finda ini, secepatnya para pengusaha Usaha kecil menengah (UKM) ini membuat Septick Tank, oleh karena itu tentu BLH akan melakukan pengawasan langsung.

    “Secepatnya kami minta membuatnya paling tidak satu minggu kedepan sudah dibuat, sehingga bau hasil pembuatan tempe dan tahu ini tidak mengangu warga, kalau tidak dibuat tentu izin usahanya akan dicabut,”jelasnya.

    Finda juga meminta kepada warga yang selama ini mengeluhkan kondisi lingkungan menjadi tidak sehat untuk bersabar, jangan sampai persoalan ini mengangu keamanan warga, dan yang peling penting tentu persoalan ini juga tidak mengangu usaha tempe dan tahu.

    “Kami tentu sangat mendukung agar usaha mereka ini berkembang lebih baik lagi kedepan, namun para pengusaha juga mengutamakan lingkungan,”jelasnya.

    Keputusan ini diambil setelah finda mengecek langsung IPAL limbah, setelah dicek ternyata ipal yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan BUMN ini tidak berfungsi sehingga limbah yang dihasilkan mengangu lingkungan dan udara.

    Sementara itu, Slamet warga Jalan Tanjung Sari RT 32 kelurahan bukit kecamatan Kalidoni meminta kepada pemerintah untuk segera menutup produksi tahu dan tempe ini, karena sejak 93 tahu lalu aroma yang dihasilkan sangat mengangu warga.

    “Kami minta ditutup karena sangat bau, apalagi ketika hujan baunya sangat menyengat, kami sangat tergangu dengan lingkungan yang ada sekarang ini,”ujar Slamet.

    Dikatakan Slamet bahwa tidak berfungsinya IPAL limbah yang ada semakin membuat lingkungan bertambah parah, karena limba yang dibuat ke drainase oleh para pengusaha tidak mengalir kesungai.

    “Oleh karena itu jalan yang terbaik dengan membuat pembuanga di lingkungan merekea (pengusaha) kalau tidak maka lingkungan kami akan tetap seperti ini terus,”tegasnya.

    Tidak hanya itu saja para pengusaha ini juga ditemukan membuang limbang ditengah lingkungan warga, padahal ini sangat mengangu, kejadian ini tentu sangat membuat warga semakin panas dan marah.

    Haridun pengusaha Tahu Tempe, berjanji akan membuat pembuangan limbah secara mandiri, hal ini tertuang dalam surat keputusan yang dibuat oleh Kecamatan dan BLH, dengan adanya pembuangan limbah secara mandiri maka warga akan nyaman.

    “Ipal yang ada sekarang ini tidak memadai sehingga IPAL ini tidak berfungsi dengan baik, karena begitu banyak pengusaha tempe dan tahu disini, oleh karena itu kami siap membuat septick tank yang diminta warga dan pemerintah,”tukasnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com