• Kusmawati Kokohkan Predikat Ratu Sepeda Gunung Indonesia

    0

         Bandung Barat, jurnalsumatra.com – Pebalap asal Jawa Barat Kusmawati Yazid mengkokohkan diri sebagai ratu sepada gunung Indonesia setelah merebut emas pada nomor women elite Pekan Olahraga Nasional XIX di lintasan balap Cikole Lembang, Jabar, Senin.
    Bagi pebalap asal Pangandaran ini, emas individu yang diraih pada PON ini adalah yang keempat kali.
    Sebelumnya pebalap berusia 34 tahun ini merebut emas di nomor yang sama pada PON Palembang, Kalimantan Timur, dan Riau.
    Khusus untuk PON 2016, emas yang diraih oleh pebalap yang sebelumnya merupakan karateka ini adalah yang kedua. Sebelumnya bersama dengan Candra Rafsanzani dan Bandi Sugito merebut medali emas untuk nomor team relay.
    Rasa bangga terlihat jelas saat pebalap dengan nomor 20 saat masuk finis. Apalagi, Kusmawati masuk finis sendirian dengan catatan waktu satu jam 37 menit 32 detik untuk menempuh jarak 18,8 km (4,7 km X 4 putaran) atau unggul 18 detik dengan posisi dua yaitu Wilhelmina dari Riau. Untuk perunggu direbut pebalap Riau lainnya, Noviana.
    “Emas ini adalah hasil kerja keras saya selama ini. Memang kami mempersiapkan diri untuk turun di PON cukup lama. Saya tadi terus berusaha keras sejak start hingga finis,” kata Kusmawati Yazid usai perlombaan.

        Menurut dia, meski mampu dominan sejak awal bukan berarti tidak ada perlawanan dengan lawan. Andalan tuan rumah ini bahkan sempat saling pepet dengan rival terkuatnya yaitu Wilhelmina. Kondisi ini membuat persaingan bertambah sengit.
    “Saya memang sempat emosi. Tapi ini adalah perlombaan. Saya terus berusaha tenang adan akhirnya mampu meraih hasil yang terbaik,” katanya menambahkan.
    Saat ditanya apa arti empat emas yang diraih secara beruntun, pebalap yang didukung penuh oleh keluargannya yang khusus datang dari Pangandaran ini mengaku adalah target setiap ikut perlombaan. Bahkan, pihaknya tidak akan memberikan kepada lawan untuk mengambil posisinya.
    “Selagi masih bisa, saya akan terus meraih hasil yang terbaik. Saya tetap ingin mengejar emas kelima pada PON 2020,” kata Kus dengan tegas.
    Apresiasi juga pantas disematkan pada Wilhelmina. Meski usianya terpaut jauh, gadis berusia 23 itu pantang menyerah untuk menempel andalan tuan rumah ini meski hasilnya hanya berada diposisi dua atau harus puas dengan medali perak.
    “Saya sebetulnya kecewa dengan hasil ini. Jika tidak ada masalah dengan sepeda saya, mungkin hasilnya akan berbeda. Ada masalah pada rantai dan gir saya. Jadi saya tidak bisa paksa,” kata Wilhelmina saat dikonfirmasi.
    Balap sepeda gunung nomor elite women PON 2016 diikuti delapan atlet. Hanya saja, yang mampu menyelesaikan perlombaan hanya enam pebalap. Dua pebalap lainnya yaitu Crismonita Dwi asal Jawa Timur dan Nina Puspa asal Kalimantan Barat harus menyerah sebelum finis.
    Hingga hari kedua pelaksanaan, Jawa Barat mampu mengumpulkan medali terbanyak yaitu dua emas disusul Riau dengan dua perak satu perunggu dan Jawa Timur satu perunggu.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com