• KPK Ciduk Bupati Banyuasin Saat Syukuran Berangkat Haji

    0

    bupati banyuasin yan anton ferdianBANYUASIN, Sumsel, jurnasumatra.com – Ada kabar tidak sedap menimpa empat pejabat di lingkungan Pemkab Banyuasin yakni Yan Anton Ferdinan Bupati , Firman Sekda, Umar Kadis Pendidikan dan Darus Kasubag Rumah Tangga diciduk KPK, Ahad (4/9) 2016.

    Mereka ini dibawa saat berada di Rumdin bupati Banyuasin yang sedang menggelar syukuran keberangkatan bupati Yan Anton Ferdinan ke tanah suci, Ahad (4/9) 2016.

    Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kedatangan belasan anggota KPK yang kawal  ketat anggota Brimob Polda Sumsel bersenjatkan kengkap berlangsung singkat hanya sekitar 15 menit dan langsung menbawa empat pejabat itu.

    Apa yang menyebabkan empat pejabat ini ditangkap, nasih simpang  siur, ada yang menyebut operaai tangkap tangan (OTT) diduga persoalan Dinas Pendidiksn Banyuasin dan juga diduga persoalan Pilkada 2013 lalu.

    Dari pihak KPK  sendiri belum memberikan keterangan  begitu juga pihak Pemkab Banyuasin masih belum berhasil  dimintai keterangan.”Ada empat pejabat yang dibawa KPK,” ujar sumber dari kepolisian.

    Keempat pejabat ini kemungkinan akan dibawa  ke Mako Brimob atau ke Polda Sumsel.”Bisa dibawa ke Mako Brimob Bukit, Mapolda Sumsel atau  langsung ke SMB,”terangnya.

    Kalau yang melakukan penangkapan ini dari KPK,  terlihat dari baju Rompi bertuliskan KPK yang dipakai sejumlah orang yang ada di areal rumah dinas bupati tersebut. Mereka  datang dengan  lima mobil Kijang Inova dan satu mobil Brimob Polda Sumsel.

    Belum diketahui secara pasti  maksud kedatangan aparat penegak hukum anti korupsi ini, dari sumber yang berhasil dihimpun menyebutkan,  mereka dalam rangka penehakan hukum.”Yang jelas  ada anggota KPK yang datang ke  rumah dinas bupati  banyuasin,” jelas sumber ini.

    Secara paati dirinya belum tahu ada apa, dirinya belum tahu karena  melihat dari jarak yang cukup jauh.

    Sampai berita ini diturunkan pihak Pemkab Banyuasin belum berhasil dimintai konfirmasi terkait dugaan penangkapan empat pejabat Banyuasin ini.

    Beberapa SKPD yang dihubungi tentang dugaan penangkapan empat pejabat Banyuasin ini tidak berani memberikan keterangan, karena tidak ada wewenang untuk memberikan keterangan.

    Sekretaris PWI Banyuasin, Nachung Tajuddin ketika dihubungi terkait dugaan penangkapan bupati banyuasin YAF membenarkan adanya dugaan penangkapan itu.”Penangkapan itu benar dan kebenaran itu saya dapatkan dari konfirmasi  dengan Humas KPK dan Humas Polda Sumsel,”katanya. (Lubis)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com