• Kota Tangerang Jadi Percontohan Penanganan Kawasan Kumuh

    0

        Tangerang, jurnalsumatra.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menjadikan Kota Tangerang sebagai percontohan dalam penanganan kawasan kumuh.
    Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Tangerang, Rabu, mengatakan Pemkot Tangerang telah bertemu dengan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR untuk implementasi penanganan kawasan kumuh. Hal ini untuk mensinkronkan antara program Tangerang Berbenan dengan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dari Pemerintah Pusat.
    Hasil dari pertemuan tersebut, rencananya akan ditindak lanjuti dengan program kerja sama melalui MoU yang dilaksanakan pada tanggal 20 September 2016 di Pusat Pemerintah Kota Tangerang.
    “Kita sudah melakukan beberapa kali pembahasan dan akan ditindak lanjuti dengan kesepakatan kerja sama untuk implementasi penanganan kawasan kumuh,” ujarnya.
    Terlebih lagi, melihat Pemkot Tangerang yang selama ini komitmen dalam penanganan kawasan kumuh dengan Program Tangerang Berbenah.

        KemenPUPR ingin koordinasi terkait masalah tersebut lebih intens lagi sehingga program KOTAKU dengan Tangerang Berbenah dapat berjalan semakin maksimal dan Tangerang Berbenah adalah salah satu upaya yang mendukung KOTAKU dari pusat.
    “Untuk menata kawasan kumuh, tentu dibutuhkan kolaborasi serta dukungan dari semua pihak. Dalam hal ini, program yang ada di Pemerintah Pusat dan daerah harus senantiasa seiring sejalan dan tepat sasaran sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
    Adapun penataan kawasan kumuh yang telah dilakukan Pemkot Tangerang di tahun 2015, diantaranya dengan perbaikan rumah tidak layak huni, Pembangunan jalan setapak dan saluran drainase, hunian sehat dan air bersih.
    Melalui Program Pembangunan Rumah Sederhana Sehat (PRSS) atau Bedah Rumah telah dilakukan sebanyak 1.107 unit. Pembangunan jamban sehat bagi 1.692 warga. Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 10.400 titik, yang tersebar di 13 kecamatan.
    Sedangkan pada tahun 2016, PRSS sebanyak 2.130 unit. Pembangunan drainase sepanjang 99.909 meter persegi. Pembangunan jalan lingkungan seluas 127.088 meter persegi.
    Pembangunan 2.000 unit jamban dan 38 sumur. Pembangunan PJU lingkungan sebanyak 15.600 titik. Pembangunan 39 unit rumah sederhana (bantuan Provinsi Banten). Pembangunan sarana dan prasarana air bersih atau air minum jaringan perpipaan 2.400 sambungan rumah.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com