• Komisi IX: BPOM Perlu Diperkuat Dengan Undang-Undang

    0

         Jakarta, jurnalsumatra.com – Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) perlu diperkuat kedudukan melalui undang-undang untuk memaksimalkan kinerja lembaga tersebut.
    “Komisi IX DPR sedang mengajukan Rancangan Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan yang merupakan inisiatif DPR. Melalui undang-undang tersebut diharapkan eksistensi dan kewenangan BPOM semakin kuat,” kata Saleh melalui pesan singkanya yang diditerima di Jakarta, Kamis.
    Untuk jangka pendek, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan Komisi IX juga telah meminta Kementerian Kesehatan dan BPOM agar merevisi beberapa peraturan menteri kesehatan yang mengebiri kewenangan BPOM dalam melakukan pengawasan. Saat ini, revisi peraturan menteri kesehatan itu telah selesai dan memasuki tahap finalisasi.
    Saleh menilai pengawasan yang dilakukan BPOM saat ini masih jauh dari yang diharapkan. Karena itu, perlu ada penguatan dari sisi kelembagaan, regulasi dan penganggaran terhadap BPOM.

         “Komisi IX mengapresiasi kerja BPOM dan Polri yang menggerebek pabrik obat ilegal di Banten. Namun, pada saat yang sama kita patut khawatir karena di luar sana masih banyak obat dan makanan palsu beredar,” tuturnya.
    Sebelumnya, BPOM dan penyelidik dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menggerebek lima gudang berisi obat ilegal di Balaraja, Tangerang, Banten.
    Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan, dalam penggeledahan tersebut, tim menemukan obat ilegal yang kerap digunakan dan menghasilkan efek halusinasi seperti trihexiphenidyl, heximer dan tramadol.
    “Trihexiphenidyl dan heximer juga merupakan obat parkinson, sedangkan tramadol adalah obat antinyeri. Bila disalahgunakan, sering menimbulkan halusinasi,” tuturnya.
    Penny mengatakan tim juga menemukan carnophen dan somadryl yang merupakan obat antinyeri berbahan aktif carisoprodol yang telah dicabut izin peredarannya oleh BPOM.
    Beberapa obat lain yang ditemukan adalah dextromethorphan, yaitu sejenis obat antitusif, dan sildenafil sitrat yang kerap digunakan sebagai obat kuat.
    Penny berharap masyarakat cerdas dalam memilih obat yang dikonsumsi dengan mengecek izin edar dan membeli di gerai resmi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com