• KEMENDIKBUD : Mutu Pendidikan Di NTB Rendah      

    0

    Mataram, jurnalsumatra.com – Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang,  Kemendikbud, Prof Nizam mengakui mutu pendidikan di Nusa Tenggara Barat masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia.
    “Rendah ini terutama dalam bidang literasi (membaca) dan numerasi (berhitung),” kata Nizam di sela-sela kegiatan program kemitraan inovasi untuk anak sekolah Indonesia (Inovasi) di Mataram, Senin.
    Ia menjelaskan, rendahnya posisi pendidikan NTB ini mengacu dari berbagai survei yang dilakukan, khususnya pada anak-anak yang duduk di tingkat sekolah dasar (SD), menunjukkan kemampuan literasinya dan numerasi masih sangat kurang.
    “Artinya, mereka bisa membaca tetapi tidak mengerti dengan apa yang di baca. Begitu juga dengan kemampuan berhitung. Bisa berhitung, tetapi untuk mengatasi dan melanjutkan perhitungan itu agak susah,” jelasnya.
    Dikatakan Nizam, apa yang di alami NTB sebetulnya juga di alami daerah lain di Indonesia. Bahkan, di tingkat negara berdasarkan hasil survei lembaga-lembaga internasional, kualitas membaca dan berhitung menempatkan Indonesia pada tingkat ketiga terbawah dari 62 negara di dunia.
    “Kemampuan membaca dan berhitung ini, kelemahan yang paling fundamental dari anak didik kita. Ini terbukti dari hasil ujian nasional nilai anak didik kita belum mampu mencapai kompetensi standar pendidikan yang di tetapkan,” terangnya.
    Hal ini, kata Nizam, jelas berpengaruh pada kualitas dan mutu pendidikan di suatu daerah. Lebih-lebih di NTB.
    Menurut dia, dalam mengatasi permasalahan itu, pemerintah sendiri kata dia, telah berupaya melakukan sejumlah terobosan dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di daerah, khususnya NTB. Salah satunya, melalui program kemitraan Inovasi Australia di enam kabupaten di NTB.
    “Program ini berkomitmen untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi pembelajaran, sehingga dapat mendorong peserta didik bisa memahami pembelajaran yang diberikan, dengan harapan dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan secara tepat,” katanya.
    Kata dia, program ini tidak hanya akan menyasar para siswa. Tetapi juga para guru, Kepala Sekolah, orang tua, pengawas, pemerintah kabupaten dan semua pemangku kepentingan.
    “Dengan adanya program ini, kita berharap pendidikan akan lebih meningkat dan pendidikan siswa lebih baik lagi, sehingga sumber daya manusia NTB bisa lebih tinggi,” ucap Nizam.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com