• Keluarga Korban Penyanderaan Bangga Dengan Presiden

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Keluarga korban penyanderaan Warga Negara Indonesia asal Flores Timur oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf, Resiana Piter Boro mengaku bangga dengan upaya Pemerintahan Presiden  Joko Widodo untuk pembebasan sandera.
    “Kami sangat bangga dengan usaha Bapak Presiden membebaskan keluarga kami yang saat ini sedang berada di Jakarta,” kata Resianan isteri salah satu korban penyanderaan Laurensius Laga Doni Koten saat ditemui Antara di Bandara Eltari Kupang, Kamis siang.
    Resiana yang sedang dalam perjalanan ke Jakarta atas permintaan pemerintah pusat mengatakan, sebelumnya pihak keluarga sudah hilang harapan terkait keberadaan keluarga mereka yang disandera sejak Bulan Juli lau.
    Dia mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi dari pemerintah daerah terkait keberadaan sandera yang berhasil dibebaskan.

        “Itu merupakan kabar gembira bagi kami. Kami sangat berterima kasih untuk upaya pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat dan semua pihak yang sudah membantu pembebasan keluarga kami,” kata ibu tiga anak itu.
    Dia berharap, kondisi suaminya bersama dua korban sandera lainnya yang sekarang sedang dalam penanganan pemerintah pusat dalam keadaan baik.
    “Untuk saat ini mereka sedang dalam pemulihan di Jakarta. Renancanya nanti kami akan pulang bersama-sama pada hari Minggu mendatang,” katanya.
    Seperti dalam pemberitaan sebelumnya, Laurensius Laga Doni Koten, Emanuel Arakian, dan Lorens Koten, merupakan korban penyanderaan yang diculik kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Perairan Malaysia pada 9 Juli 2016.
    Saat ini, ketiga sandera sudah dibebaskan dan sementara dalam penanganan pemerintah pusat.
    Resiana mengatakan, dirinya mewakili pihak keluarga lainnya berangkat ke Jakarta untuk menemui dan memastikan keberadaan keluarga mereka setelah bebas dari penyanderaan.
    Menurut dia, penyanderaan ini merupakan kejadian yang paling sulit dialami pihak keluarga, sehingga dia berharap tidak akan terjadi lagi di massa mendatang.
    “Sudahlah cukup, suami saya tidak perlu merantau lagi. Tinggal di kampung saja, toh di kampung juga bisa cari makan,” demikian Resiana Piter Boro.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com