• Kejari Sampang Lanjutkan Penyidikan Korupsi BUMD

    0

        Sampang, jurnalsumatra.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, Jawa Timur melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di PT Sampang Mandiri Perkasa dalam kasus pengelolaan minyak bumi dan gas di wilayah itu.
    Menurut Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang Joko Haryanto di Sampang, Kamis, saat ini pihaknya berupaya membidik dalang dibalik terjadinya kasus korupsi pengelolaan migas di Sampang itu, oleh PT SMP.
    “Beberapa hari lalu kami telah menetapkan Direktur PT SMP sebagai tersangka, dan kini yang menjadi bidikan kami adalah dalang dibalik terjadinya kasus korups migas di Sampang ini,” katanya.
    Ia menjelaskan, pihaknya juga mulai melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi yang diduga terlibat dalam kasus itu.
    Dengan demikian, katanya, ada kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan migas itu.
    “Tersangka baru bisa saja terjadi, apabila nantinya ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, selain tersangka Direktur PT SMP yang telah kami tetapkan sebagai tersangka,” katanya, menjelaskan.
    Kasi Intel Kejari memaparkan, umumnya kasus korupsi tidak hanya dilakukan satu orang, tapi melibatkan banyak orang.
    Peran masing-masing berbeda. “Ada yang berperan sebagi pelaku sebagai pengatur strategi atau sebagai otak dibalik terjadinya kasus itu,” katanya.
    Makanya, sambung dia, kini tim penyidik Kejari Sampang mulai membidik aktor intelektual dibalik kasus korupsi pengelolaan migas di Kabupaten Sampang itu.

        Kasus korupsi dana migas di PT SMP itu juga telah menyeret mantan Bupati Sampang Periode 2008-2013 Noer Tjahja lalu Direktur Utama PT SMP Hari Oetomo, serta Direktur Muhaimin.
    Mantan Bupati Sampang Noer Tjahja divonis 5 tahun penjara dalam persidangan tindak pidana korupsi pengelolaan gas di PT Sampang Mandiri Perkasa (SMP) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada 4 Juni 2015.
    Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang yakni 10 tahun penjara dengan denda Rp500 juta.
    Selain memvonis mantan Bupati Sampang, Pengadilan Tipikor Surabaya juga memvonis mantan Direktur Utama PT SMP Hari Oetomo 5 tahun penjara dan denda Rp250 juta.
    Sedangkan, Direktur PT SMP Muhaimin Buchori divonis 10 tahun penjara dengan denda Rp400 juta.
    Perkara korupsi yang dilakukan Noer Tjahja terjadi pada saat dirinya menjabat sebagai Bupati Sampang tahun 2008 lalu. Adik kandung mantan Gubernur Jawa Timur Raden Panji Mohammad Noer ini menandatangani perjanjian (MoU) suplai migas dengan PT Asa Perkasa.
    Untuk memuluskan pengelolaan migas, Noer Tjahja membuat PT SMP dengan komposisi saham PT Asa Perkasa 60 persen dan 40 persen saham milik PT Geliat Sampang Mandiri (GSM) atau menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Setelah rampung, Pemkab Sampang mengajukan pasokan gas ke SKK Migas.
    Pengajuan ini ditolak karena syarat mendapat pasokan gas harus BUMD. PT SMP tidak dikategorikan sebagai BUMD lantaran mayoritas sahamnya dipegang PT ASA.
    Untuk memuluskan rencananya itu, Noer Tjahja kemudian menerbitkan Perda untuk memayungi pendirian PT SMP.
    Komposisi sahamnya juga diubah, PT GSM memegang 51 persen saham dan PT ASA 49 persen.
    Dengan perubahan tersebut PT SMP masuk dalam kategori BUMD dan permohonan pasokan gas dari SKK Migas disetujui.
    Selanjutnya, dalam pengelolaannya, keuntungan dari penjualan migas ada yang bocor hingga Rp16 miliar.
    Dalam dakwaan disebutkan, sebagian dana tersebut mengalir ke kantong Noer Tjahja. Selain kebocoran keuangan BUMD, penjualan harga gas dinilai tidak wajar.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com