• Kebakaran Hutan Lahan Mulai Terjadi

    0

    unnamed (32)KAYUAGUNG, jurnalsumatra.com  – untuk memantau titip api (hotspot), Wakil Bupati Ogan  Komering Ilir (OKI) Sumsel, HM Rifai SE, selama tiga jam di udara menaiki helikopter PK-UHW di wilayah Kecamatan Pedamaran Timur, Pangkalan Lampam, Tulung Selapan, dan Sungai Menang, Rabu (14/9).

    Dari hasil pantauan melalui udara tadi, menurut Rifai yang juga sebagai Plh Bupati OKI,

    didampingi Kepala Dept External Relation untuk PT SBA, PT BAP, dan PT BMH Efendy menyebutkan ada 2 titik api yang besar berada di kawasan perusahaan Selapan Jaya Desa Gajah Mati, Hikma 4 dan Hikmah 5. Kemudian di wilayah Pangkalan Lampam yang memang lahan masyarakat.

    Kurangnya perhatian dan kepedulian dari pihak perusahaan, ditegaskan Rifai, pihak perusahaan, harus diberikan peringatan keras karena tak ada upaya pemadaman. Terlihat dari bekas terbakarnya di 2 blok yang sudah terbakar.

    “Satu blok yang baru terbakar besar, dan 2 blok lainnya sudah terbakar diperkirakan 2-3 hari yang lalu,” kata Rifai berang sepertinya pihak perusahaan tak ada upaya untuk melakukan pemadaman. Padahal, Pemerintah Kabupaten OKI bersama Unsur Muspida terus menerus memberikan peringatan dan penjagaan di titik-titik rawan kebakaran.

    Dijelaskan Rifai, kebakaran lahan ini sepertinya berindikasi dibiarkan atau sengaja dibakar oleh perusahaan. “Kalau dilihat dari kebakaran tadi, tidak ada upaya perusahaan untuk memadamkan api. Sepertinya dibiarkan padahal sudah diblok-bloki, atau dikanal tapi api masih saja hidup dan merambat ke blok lainnya,” timpal Pasi Intel 0402/OKI Kapten Inf Eddy yang melihat hasil rekaman video selama di udara.

    Sekda OKI H Husin SPd MM melalui Kepala BPBD OKI Azhar SE menyebutkan, ada 8 titik api yang tersebar di Kecamatan Pangkalan Lampam, Cengal, Sungai Menang, dan Pedamaran Timur. “Titik api yang jelas terlihat di Desa Lebung Batang, Desa Darat, dan Desa Pangkalan Lampam Kecamatan Pangkalan Lampam,” kata Azhar. Untuk di 3 desa itu api sudah berhasil dipadamkan dengan Hely water bombing, karena untuk jalan darat sulit ditempuh.

    Menurut Azhar lahan yang terbakar seluas 4 hektar tersebut rata-rata milik masyarakat. Siapa pelaku pembakaran tersebut pihak polisi masih melakukan penyelidikan dan nantinya akan memproses secara hukum, bagi oknum masyarakat yang sengaja membakar. “Kasus kebakaran lahan di wilayah perbatasan desa ke desa itu sudah diserahkan ke pihak berwajib untuk melakukan pencarian dan akan ditindak sesuai hukum yang telah ditentukan,” tutur Azhari.

    Ketika ditanya mengenai kebakaran besar yang terjadi di Desa Tulung Selapan Ilir, Desa Pulau Beruang yang diduga di atas lahan perusahaan itu, Azhari tidak banyak berkomentar, karena menurutnya api sudah berhasil dijinakan. “Kebakaran itu terjadi dua hari yang lalu, jadi apinya sudah mati,” ujar Azhari.

    Terpisah, Managing Direktur PT Samporna Agro Parluhutan Sitohang melalui Koordinator CSR Ardian Indra Putra menyebutkan, maaf pihak perusahaan tidak tinggal diam untuk mengawasi dan melakukan pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Tanda keseriusan perusahaan telah dibentuknya kelompok Tani  Peduli Api (KTPA) yang dibentuk sebelum musim panas. Bukan hanya perusahaan, juga bekerja sama dengan pemerintah, Polri, TNI dan masyarakat peduli api (MPA).

    “Yang jelas kita tidak main-main dengan kebakaran, sebab itu kapolda juga telah mengapresiasi yang yang sudah dilakukan oleh perusahaan PT Sampoerna yang ikut serta dalam pencegahan dini Karhutla di Kabupaten OKI,” ungkap Ardian perusahaan juga telah menyiapkan posko pengendalian kebakaran hutan lahan.

    Dalam pembentukan KTPA, jelas Ardian, pihaknya melibatkan masyarakat lokal yang dibentuk  dalam 21 KTPA yang berasal dari 21 desa yang tersebar di 7 kecamatan. “Masing dari kecamtan Mesuji, Mesuji Raya, Pedamaran Timur, Lempuing Jaya, Pedamaraan, Sungai Menang dan Cengal, kami sadar bahwa peran perusahaan sangat penting, selain peran Pemerintah, TNI, Polri dan Masyarakat,” tandasnya. (ATA)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com