• KANWIL KEMKUMHAM SUMSEL Tingkatkan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Selatan meningkatkan pengamanan lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara untuk mencegah terjadinya keributan massal, tahanan kabur, dan masuknya narkoba.
    “Untuk meningkatkan pengamanan lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) yang tersebar di 17 kabupaten dan kota provinsi ini, dilakukan deteksi dini setiap permasalahan, pengecekan ruang tahanan secara rutin, dan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan pengunjung warga binaan,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) Sumatera Selatan Budi Sulaksana di Palembang, Rabu.
    Menurut dia, deteksi dini dilakukan untuk mencegah terjadinya protes secara besar-besaran dari narapidana atau warga binaan yang menjalani hukuman di lapas dan rutan yang berpotensi menimbulkan keributan atau gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan tersebut,
    Pengecekan ruangan tahanan, katanya, sebagai hal yang rutin dan penting dilakukan sehingga dapat diketahui kondisi  perkembangan narapidana dan dicegah terjadinya upaya kabur/melarikan diri atau tindakan pelanggaran lainnya.
    Begitu juga, katanya, pemeriksaan secara ketat barang bawaan pengunjung untuk mencegah masuknya senjata tajam, narkoba, dan barang terlarang lainnya.
    Dengan dilakukannya peningkatan pengamanan melalui berbagai upaya tersebut, katanya, sejauh ini setiap permasalahan yang dialami warga binaan di dalam lapas dan rutan bisa diketahui dengan cepat sehingga tidak menjadi permasalahan besar.
    Selain itu, katanya, pembinaan di 19 lapas, rutan, dan cabang rutan yang tersebar di 17 kabupaten dan kota di provinsi itu dapat berjalan dengan baik walaupun jumlah narapidana yang berada di tempat tersebut kondisi melebihi dari kapasitas daya tampung yang tersedia, serta dapat dicegah masuknya narkoba dan barang terlarang lainnya.
    Sebagai gambaran kondisi lapas yang jumlah penghuninya melebihi dari kapasitas daya tampung yang tersedia, seperti Lapas Kelas I Palembang berisi lebih dari 1.000 narapidana atau warga binaan padahal kapasitas daya tampungnya hanya 540 orang.
    Dia menjelaskan melalui berbagai upaya tersebut, secara umum kondisi lapas dan rutan di wilayah Sumsel cukup kondusif dan pembinaan terhadap narapidana berjalan sebagaimana mestinya.
    Ia mengharapkan kondisi lapas dan rutan yang cukup kondusif itu, bisa terus dipertahankan, sehingga kegiatan pembinaan terhadap narapidana dapat lebih baik.
    “Dan pada saatnya warga binaan bebas, mereka bisa menjalani kehidupan secara normal memanfaatkan bekal keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan,” kata Budi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com