• Investor TPA Putri Cempo Tetap Perhatikan Pemulung

    0

          Solo, jurnalsumatra.com – Manajemen konsorsium PT Citra Metrojaya Putra selaku investor pengelolaan sampah TPA Putri Cempa, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, berjanji akan tetap memperhatikan nasib pemulung  yang mencari nafkah di lokasi tersebut.
    Kajian terkait dengan program pemberdayaan para pemulung tengah dilakukan guna memberikan dampak positif proyek pembangkit listrik berbasis sampah oleh investor, kata Pimpinan Konsursium PT Citra Metrojaya Putra Elan Syuherlan di Solo, Selasa.
    “Ya, kami sedang menggelar studi ‘social management’ bagi pemulung TPA Putri Cempa. Nantinya ada program yang sesuai bagi pemulung dan masyarakat sekitar TPA agar kesejahteraan mereka bisa meningkat,” katanya.
    Kajian tersebut dimaksudkan untuk mengakomodasi aktivitas sosial ekonomi warga yang sudah berjalan sebelum proyek pengolahan sampah TPA direalisasikan Pemkot Surakarta dan investor.
    Pihaknya tetap mengizinkan sapi-sapi milik warga digembalakan di lahan TPA. Yang penting tidak mengganggu operasional pembangkit listrik.

          Elan menerangkan bahwa pihaknya terus mengupayakan agar pembangunan infrastruktur pengolahan sampah menjadi listrik selesai dalam 2,5 tahun mendatang.
    Infrastruktur tersebut, kata dia, akan dibangun di atas lahan 5.000 meter persegi.
    “Sisa lahan TPA untuk sementara dibiarkan terlebih dahulu sembari menunggu pelaksanaan uji geologi untuk memanfaatkannya,” kata Elan.
    Sebelumnya, Pemkot Surakarta memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan lahan TPA Putri Cempa seluas 17 hektare kepada investor. Hak pengelolaan seluruh lahan TPA itu diberikan sebagai kompensasi atas penghapusan “tipping fee” dalam kerja sama pengelolaan sampah tersebut.
    Kerja sama kedua pihak bakal berlangsung selama 20 tahun dalam bentuk Build Operate Transfer (BOT). Investasi yang ditanamkan konsorsium pemenang lelang dalam pengelolaan sampah menggunakan metode plasma grasifikasi tersebut berkisar Rp417 miliar.
    Investor juga diwajibkan memperhatikan keberadaan pemulung dan aktivitas sosial ekonomi yang saat ini berlangsung di TPA.
    “Penanganannya kami serahkan sepenuhnya kepada pengelola (investor),” kata Taufan Basuki, Panitia Pengadaan Badan Usaha Pengelolaan Sampah TPA Putri Cempa.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com