• Imigrasi Palembang Permudah WNA Konversi Izin Kunjungan

    0

    Palembang, ,jurnalsumatra.com – Kantor Imigrasi Kelas I Palembang, Sumatera Selatan, berupaya memberikan kemudahan bagi warga negara asing yang akan melakukan konversi atau pengalihan izin kunjungan ke izin kunjungan terbatas untuk mencegah pelanggaran keimigrasian.

    “Kami berupaya mempermudah dan memberikan pelayanan terbaik kepada Warga Negara Asing (WNA) yang akan melakukan konversi izin kunjungan ke izin tinggal terbatas untuk berada di daerah ini lebih lama lagi,” kata Kepala Kantor Imigrasi Palembang, Bogi Widiantoro, Selasa.

    Dia menjelaskan berdasarkan hasil operasi penertiban orang asing, sebagian besar mereka yang ditangkap petugas dan dilakukan tindakan deportasi atau pemulangan secara paksa ke negara asalnya karena izin kunjungan disalahgunakan menjadi pekerja di suatu perusahaan, kegiatan bisnis dan aktivitas lainnya.

    Bagi WNA yang melakukan kunjungan biasa untuk beberapa hari dan tiba-tiba membutuhkan izin tinggal hingga enam bulan untuk keperluan tertentu dapat melakukan konversi izin kunjungannya (IK) ke izin tinggal terbatas (Itas), katanya.

    Menurut dia, meskipun diberikan kemudahan konversi izin kunjungan ke izin tinggal terbatas, belum banyak WNA yang mengajukan konversi izin kunjungannya di daerah ini

    Berdasarkan data dalam beberapa tahun terakhir hanya terdapat belasan warga negara asing yang melakukan konversi izin kunjungan ke izin tinggal terbatas.

    Warga negara asing yang melakukan konversi izin kunjungan ke izin tinggal terbatas dalam beberapa tahun terakhir berasal dari Australia, Malaysia, Taiwan dan Thailand.

    Jika warga negara asing memiliki kebutuhan berada di daerah ini dalam waktu yang cukup lama disarankan segera mengurus konversi izin kunjungannya sehingga dapat melakukan berbagai aktivitas secara terang-terangan sesuai ketentuan UU keimigrasian tanpa harus takut diamankan petugas.

    Sesuai Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, setiap warga negara asing yang melebihi batas izin tinggal (overstay) dari batas waktu yang ditetapkan dan melakukan aktivitas tidak sesuai dengan izin masuknya ke negara ini akan dikenakan sanksi administratif dan hukum seperti dideportasi, kata Bogi. (anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com