• HNSI: Nelayan Harus Jujur Daftarkan Tonase Kapal

    0

         Medan,jurnalsumatra.com – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Sumatera Utara meminta nelayan dan pengusaha di daerah itu untuk jujur melaporkan dokumen tonase kapal ikan yang dimiliki kepada Dinas Kelautan dan Perikanan.
    Sekretaris DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Pendi Pohan di Medan, Sabtu, mengatakan, imbauan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti agar setiap pemilik kapal mendaftarkan secara jujur sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
    Sebab selama ini, menurut dia, banyak yang ditemui kapal nelayan yang memiliki tonase diatas 10 GT, tetapi justru didaftarkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut dibawah 10 GT.
    “Cara-cara yang seperti ini dianggap tidak jujur dan harus segera dihilangkan karena akan merugikan nelayan tersebut,” ujar Pendi.
    Ia mengatakan, semestinya seorang nelayan harus melaporkan dokumen kapal tersebut, sesuai dengan tonase yang ada dan tidak perlu dirubah.

         Padahal sesuai dengan ketentuan kapal yang memiliki tonase 10 GT sampai 30 GT kewenangan pengeluaran perizinan berada di DKP provinsi sedangkan diatas 30 GT berada Kementerian Kelautan dan Perikanan.
    “Hal tersebut harus tetap dipatuhi nelayan dan pengusaha ikan, yang melakukan pelanggaran dapat dilakukan tindakan yang tegas dengan cara mencabut izin penangkapan ikan,” ucapnya.
    Pendi menyebutkan, jika Tim Terpadu Kementerian Kelautan dan Perikananan melakukan razia dokumen di Sumut untuk menertibkan dokumen kapal penangkapan ikan, nelayan yang melanggar peraturan tersebut akan terkena sanksi.
    Oleh karena itu, sebagai seorang nelayan harus selalu bersikap jujur dan tidak perlu memanipulasi dokumen perizinan kapal ikan yang dimiliki.
    “Kemudian nelayan juga harus mematuhi Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang larangan penggunaan alat penangkap ikan pukat hela (trawl) atau pukat tarik di wilayah perairan Indonesia, karena dianggap tidak ramah lingkungan,” kata mantan Ketua DPC HNSI Kota Medan itu.)(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com