• Gubernur Kepri-Rektor UMRAH Bahas Dana Hibah

    0

        Tanjungpinang, jurnalsumatra.com – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun dan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Prof Syafsir Akhlus membahas penyelesaian polemik dana hibah senilai Rp15 miliar untuk kampus itu, di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu.
    Rapat tersebut dihadiri Plt Sekda Kepri Reni Yusneli, Kepala Dinas Pendidikan Kepri Yatim Mustafa dan puluhan dosen dan pegawai UMRAH.
    Dalam pertemuan itu, Gubernur Nurdin memerintahkan Yatim untuk menyelesaikan polemik pencairan dana hibah tersebut.
    “Permasalahan hibah ini harus diselesaikan dengan baik,” kata Nudin.
    Rapat antara Gubernur dengan Solidaritas Dosen dan Pegawai UMRAH dilakukan setelah pada Selasa (13/9) gagal dilaksanakan lantaran Nurdin mendadak kunjungan kerja ke Jakara.
    Dia juga menghubungi Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Andar Perdana untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Saat ini, Disdik Kepri menunggu hasil analisa hukum pihak kejaksaan apakah dana hibah itu tidak melanggar hukum jika dicairkan.
    Setelah pertemuan di Gedung Daerah, pihak kejaksaan menggelar rapat bersama pihak UMRAH Pemprov Kepri dan Disdik Kepri untuk membahas permasalahan itu.

        Di Gedung Daerah, Reni Yusneli juga mendorong agar Yatim menandatangani naskah perjanjian hibah daerah untuk UMRAH. Dari rapat-rapat sebelumnya bersama pihak Inspektorat, Kejaksaan, Biro Hukum, UMRAH, dan Disdik Kepri dinyatakan bahwa hibah hingga pencairannya yang bersumber dari APBD 2016 sesuai ketentuan.
    Yusneli menegaskan, kesimpulan tersebut seharusnya menjadi dasar bagi Yatim untuk menandatangani rekomendasi dana hibah, tanpa keraguan.
    “Pemberian dana hibah untuk UMRAH itu berbeda dengan untuk pengusaha tahu tempe, karena kampus ini berstatus negeri,” ujarnya.
    Sementara itu, Syafsir Akhlus mengatakan, UMRAH telah melaksanakan kewajiban untuk mendapatkan dana tersebut, antara lain akan digunakan untuk membayar tunjangan.
    “Kami berharap niat baik Gubernur membuahkan hasil yang positif,” katanya.
    Dalam rapat tersebut, Yatim hanya mengatakan hnya akan menandatangani naskah perjanjian hibah itu, jika mendapat rekomendasi dari kejaksaan.
    “UMRAH jangan terlalu dimanjakan. Kalau sering dimanja susah maju,” kata Yatim kepada Gubernur.
    Dia pun berdiri duluan sebelum rapat ditutup Gubernur, dan mengajak Nurdin untuk ke Kantor Kejati Kepri untuk membahas persoalan itu.
    Di luar ruang rapat, kepada sejumlah staf UMRAH, Yatim mengatakan hibah ini lebih banyak digunakan untuk pegawai.
    “Kalau ditujukan untuk bukan pegawai, sebentar saja saya tanda tangani,” ujar Yatim sambil menunjuk proposal UMRAH yang dibawanya.Kalimat itu berulang kali disampaikannya di hadapan para dosen dan pegawai UMRAH.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com