• FKS Padang Terus Sosialiasikan Kota Sehat 2017

    0

         Padang, jurnalsumatra.com – Forum Kota Sehat (FKS)  Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terus menyosialisasikan misi pemerintah daerah tersebut menjadi kota dengan masyarakat dan infrastruktur sehat pada 2017.
    “Salah satu upaya yang dilakukan yakni melakukan pembinaan kepada forum kecamatan hingga pokja kelurahan yang bergerak dalam bidang kesehatan tersebut,” kata ketua FKS Kota Padang, Rukayah Anwar di Padang, Sabtu.
    Menurutnya pembinaan ini penting dilakukan karena tingkat kelurahan dan kecamatan menjadi dasar terciptanya kota sehat.
    Unsur paling rendah tersebut kata dia, menjadi penanggung jawab terciptanya warga berkehidupan sehat, pemukiman sehat, sanitasi dan air bersih.
    “Sinergi antara Forum dan pokja dengan masyarakat akan menentukan terwujudnya suatu kesehatan, kebersihan lingkungan dan kesejahteraan sosial,” tambahnya.
    Secara khusus, ujar dia pihaknya akan mengumpulkan para perwakilan forum kecamatan dan pokja tersebut yang kegiatannya akan dihelat pada 14 September 2016.
    Setelah kegiatan tersebut para perwakilan tingkat masyarakat tersebut akan menyalurkan pada warga terkait langkah menuju kota sehat.

         Secara garis besar, menurutnya indikator masyarakat yang membangun kota sehat antara lain memiliki perilaku aktif dalam pencegahan penyakit, aktif dalam pengelolaan sampah dan pencemaran lainnya, mewujudkan pemukiman yang sehat serta secara berkelompok membantu dalam bidang kesehatan.
    “Tidak hanya secara vertikal saja sosialisasi ini dilakukan namun juga dengan banyak pihak seperti sekolah, Dinas Kesehatan, masjid dan beberapa kegiatan tertentu seperti pesantren Ramadhan atau wirid,” katanya.
    Salah satu contoh sosialisasi dengan sekolah yakni dalam menciptakan kantin sehat dan kamar mandi representatif.
    Sementara itu salah satu warga masyarakat di Kelurahan Banda Buek Padang, Rosita menilai sosialisasi terkait kota sehat ini haruslah bersifat intensif dan menyeluruh.
    Artinya, sebut dia dia perlu ada inisiatif dan upaya maksimal kadernya dalam mengantisipasi tindakan indisipliner masyarakat terkait lingkungan.
    “Jika perlu ada arahan dan ancaman tegas bagi yang tidak mematuhinya,” terangnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com