• FKMB Prihatin Terhadap Situasi Bumi Setudung Sedulang

    0

    forkom BanyuasinBANYUASIN, Sumsel, jurnalsumatra.com- Forum Kualisi Masyarakat Banyuasin (FKMB)  terdiri dari Forkom SP2A  (Forum Penggerak Pembangunan Agama), FPB (Forum Penyelamat Banyuasin), Himba (Himpunan Mahasiswa Banyuasin), BMMP (Barisan Muda Masyarakat Perairan), merasa prihatinan terhadap apa yang terjadi di Bumi Sedulang Setudung (Banyuasin), dan pihaknya  mendukung penuh upaya KPK dalam mengungkap tindakan korupsi yang terjadi di Banyuasin sampai ke akar-akarnya.

    “Kami merasa bersyukur dengan tertangkapnya Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian sebab sejak tahun 2009, dimasa Ayahnya menjadi Bupati yakni Amirudin Inoed, telah berjuang ke KPK agar korupsi dibanyuasin terungkap. Dan kini akhirnya terkuak dengan tertangkap tangannya Yan Anton dalam dugaan kasus suap proyek ijon di Disdik Banyuasin,”kata Drs Zainal Abidin, Saprin Rusli,  selaku penasehat Forum SP2A pada jumpa Pers di Pusat Kuliner Pangkalan Balai, Jum’at (09/09/) 2016.

    Menurut mereka, pihaknya mendukung penuh upaya KPK dalam memberantas Korupsi di Banyuasin. “Kami meminta KPK untuk mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya,”tandasnya.

    Hal senada dikatakan Endang Suryanto selaku Ketua Forum Pemuda Penyelamat Banyuasin,  dengan ditetapkannya Yan Anton Ferdian sebagai tersangka oleh KPK, pihaknya meminta Kementerian Dalam Negeri segera menonaktifkan Yan Anton Ferdian sebagai Bupati  Banyuasin dan menunjuk Wakil Bupati Banyuasin SA Supriono sebagai PLT Bupati Banyuasin.

    “Kami dari masyarakat Banyuasin prihatin atas apa yang terjadi, dan kami mendukung penuh apa yang dilakukan KPK, sekaligus menendesak Kemendagri menonaktifkan Yan anton sebagai Bupati. Serta Menunjuk SA Supriono selaku PLT Bupati,”katanya.

    Kami juga kanjutnya, berharap masyarakat Banyuasin terus bersatu untuk mendukung Supriono meneruskan pembangunan Banyuasin.

    Terkait dukungan itu pihaknya akan melakukan demontrasi besar-besaran yang akan dilaksanakan 14 September 2016.”Kami berharap masyarakat untuk ikut gerakan ini,” tegasnya.

    Panji selaku Ketua Imba, merasa kecewa dengan apa yang dilakukan Yan Anton, karena tindakan itu tidak baik untuk dicontoh bagi generasi penerus Banyuasin kedepan.(lubis)

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com