• Dua Haji Debarkasi Padang Dirujuk Ke RS

    0

         Padang, jurnalsumatra.com – Dua haji Debarkasi Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang tergabung dalam kloter VIII dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang usai mendarat di Bandara Internasional Minangkabau di Padangpariaman.
    “Setelah dilakukan pemeriksaan  kesehatan di Asrama Haji Tabing dua haji yaitu Maiya Bin Kasmar (67) dan Nurdani Sarat (69) dirujuk ke RSUP M Djamil oleh dokter,” kata Staf Sekretariat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang, Hami Mulyawan di Padang, Kamis.
    Ia mengatakan Maiya bin Kasmar asal Kabupaten Tanah Datar didiagnosa mengalami diabetes melitus tipe II dan Nurdani Sarat asal kota Padang didiagnosa mengalami dislokasi sendi pergelangan tangan.
    “Untuk biaya pengobatan masih menjadi tanggungan PPIH Debarkasi Padang  dalam jangka 14 hari sejak kepulangan karena jamaah dirujuk oleh tim kesehatan,” kata dia.
    Sebanyak 452 haji kloter VIII tiba di Bandara Internasional Minangkabau pada Kamis pukul 04.58 WIB yang berasal dari Kabupaten Tanah Datar 211 orang,  Kota Padang Panjang 165 orang, Kota Padang 67 orang, pendamping haji daerah empat orang dan petugas kloter lima orang.
    Hingga saat ini sebanyak 3.610 haji Debarkasi Padang telah tiba di Tanah Air terdiri atas 1.512 pria dan 2.098 wanita.
    Ia menambahkan hingga saat ini sudah 11 orang haji Debarkasi Padang yang meninggal dunia di Tanah Suci yang didominasi haji dengan usia diatas 60 tahun.

         Sebelumnya  Bidang Kesehatan  PPIH Debarkasi Padang, dr Hannie Masyita mengatakan seluruh jamaah haji yang tiba di Asrama Haji Tabing  harus melewati pendeteksi suhu (thermal scaner) untuk mengantisipasi kemungkinan tertular penyakit dari Tanah Suci.
    “Karena Arab Saudi merupakan daerah endemis beberapa penyakit, untuk mengantisipasi semua jamaah yang tiba harus melewati alat pendeteksi suhu untuk memastikan suhu tubuhnya normal,” ujar  dia.
    Menurutnya, jika ada jamaah yang suhu tubuhnya terdeteksi diatas 38 derajat celcius maka yang  akan dilakukan pemeriksaan lanjutan  oleh tim medis di poliklinik Asrama Haji Tabing.
    Hal itu dilakukan untuk memastikan jamaah tidak menderita penyakit tertentu dan jika ditemukan ada gejala dapat diambil tindakan yang lebih awal untuk mencegah dampaknya dengan memberikan pengobatan, katanya.
    Ia mengatakan jika diperlukan penanganan medis lebih lanjut maka jamaah akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang.
    Menurutnya untuk mengetahui apakah seseorang tertular penyakit butuh waktu sekitar 14 hari dan pihaknya akan melakukan pemantauan.
    Total  haji Debarkasi Padang yang berangkat ke Tanah Suci 4.946 orang terdiri atas yang dari Sumbar 3.591 orang, Bengkulu 1.283 orang, serta didampingi 55 petugas yang tersebar dalam 11 kloter.
    Sebelumnya Anggota Komisi VIII DPR  daerah pemilihan Sumbar, Asli Chaidir saat berkunjung ke Asrama Haji Tabing  menyampaikan pihaknya terus mengupayakan perbaikan kualitas ibadah haji dengan menurunkan biaya namun tetap memberikan pelayanan prima.
    “Pada 2015 ada penurunan biaya haji sekitar 500 dolar Amerika Serikat, tahun ini 130 dolar AS, jadi kecenderungannya turun,” kata dia.
    Selain itu perbaikan yang dilakukan tahun ini adalah peningkatan kualitas bus dan pemberian makan di Mekkah dua kali sehari yang sebelumnya hanya satu kali, kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com