• DPRD Semarang Minta Disdukcapil “Jemput Bola” E-KTP

    0

         Semarang, jurnalsumatra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang, Jawa Tengah, meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melakukan “jemput bola” untuk perekaman data kartu tanda penduduk elektronik.
    “Kami berharap pelayanan (perekaman, red.) e-KTP bisa dilakukan dengan lebih mendekatkan kepada masyarakat,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono di Semarang, Kamis.
    Apalagi, kata dia, seiring dengan tenggat waktu perekaman e-KTP pada akhir September 2016 sehingga bisa lebih mengoptimalkan pelayanan terhadap warga yang belum melakukan perekaman E-KTP.
    Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengakui belum semua warga melakukan perekaman data e-KTP, termasuk di Semarang, sehingga harus ada upaya perluasan pelayanan dengan “jemput bola”.
    “Seperti yang dilakukan di Surabaya dengan ‘jemput bola’, saya rasa baik dan perlu ditiru. Jadi, tidak hanya menunggu di pos-pos pelayanan yang tersedia di masing-masing kelurahan,” katanya.

         “Jemput bola” pelayanan perekaman data e-KTP, kata dia, bisa dilakukan dengan mendirikan pos-pos pelayanan di pusat-pusat keramaian sehingga memudahkan masyarakat untuk perekaman data e-KTP.
    Apabila butuh tambahan anggaran untuk operasional perluasan pelayanan e-KTP, termasuk penambahan sumber daya manusia (SDM), lanjut dia, DPRD Kota Semarang siap menganggarkan di APBD Perubahan 2016.
    Jika memungkinkan, Agung menambahkan Disdukcapil bisa menggandeng pihak kelurahan masing-masing untuk “jemput bola” dengan langsung mendatangi warga, sebab tentunya sudah ada datanya.
    “Kalau SDM-nya mencukupi, bisa bekerja sama dengan rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) yang ada untuk ‘jemput bola’ langsung ke rumah-rumah. Ini kan kaitannya kesadaran masyarakat juga,” katanya.
    Diakuinya, masih cukup banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran untuk melakukan perekaman data e-KTP, sebab mereka belum mengetahui “multiplier effect” manfaat dari e-KTP.
    “Makanya, kenapa ‘jemput bola’? Ya, sekaligus edukasi ke masyarakat. Kan ‘multiplier effect’ untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan sebagainya,” pungkas Agung.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com