• DPRD Karimun Berharap BUMD Tangkap Peluang FTZ

    0

        Karimun, Kepri, jurnalsumatra.com – Komisi II DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengharapkan badan usaha milik daerah (BUMD) melakukan ekspansi usaha dengan menangkap peluang usaha baru di Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ).
    “Jangan hanya terpaku dengan unit usaha yang sudah ada. Banyak peluang usaha yang bisa ditangkap di kawasan FTZ,” kata Ketua Komisi II DPRD Karimun M Yusuf Sirat di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
    Yusuf Sirat mengatakan, tiga BUMD, yakni Perusda, PT Karya Karimun Mandiri (Badan Usaha Pelabuhan/BUP) dan PDAM Tirta Karimun harus mampu menjalankan peranan sebagai penopang pendapatan asli daerah yang terus meningkat dibandingkan tahun-tahun yang lalu.
    Peranan tersebut juga sejalan dengan pernyataan Bupati Aunur Rafiq dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu bahwa BUMD akan diberdayakan dalam mendongkrak neraca APBD yang menurun akibat defisit selama dua tahun terakhir, yang merupakan dampak dari penurunan penerimaan Dana Bagi Hasil Migas dari pemerintah pusat.
    Dia mencontohkan, Perusda selaku BUMD tertua bisa bekerja sama dengan BUP untuk merebut peluang usaha bidang kemaritiman di FTZ yang wilayahnya meliputi sebagian Kecamatan Meral, Meral Barat dan Tebing.

        Dalam Perda No 1 tahun 2013 disebutkan bahwa Perusda memiliki banyak bidang usaha, mulai dari pengelolaan pasar, pertokoan, kontraktor dan lainnya.
    Bidang-bidang usaha yang tertuang dalam perda tersebut, kata dia lagi, bisa dipilih-pilih mana yang paling berpeluang untuk dikembangkan.
    “BUP sudah punya pelabuhan bongkar muat Parit Rempak di FTZ. Perusda bisa memanfaatkannya untuk usaha pengadaan material yang dibutuhkan perusahaan,” ujarnya.
    Dia meyakini perusahaan-perusahaan yang beroperasi di FTZ akan terbuka menjalin kerja sama dengan BUMD untuk memasok kebutuhan perusahaan.
    Dengan demikian, kerja sama tersebut akan mendongkrak pendapatan seharusnya yang secara otomatis turut menambah kontribusi ke kas daerah.
    “Untuk PDAM Tirta Karimun mungkin masih harus fokus pada perbaikan pelayanan air bersih. Namun, beberapa tahun ke depan harus mampu berkembang dan mandiri,” katanya.
    Politikus Golkar itu berharap Bupati Aunur Rafiq benar-benar membuktikan kemampuannya untuk meningkatkan PAD, salah satunya melalui pemberdayaan BUMD.
    Pemberdayaan BUMD dalam mendongkrak PAD juga menjadi harapan hampir seluruh fraksi di DPRD Karimun.
    Dalam rapat paripurna pengesahan Laporan Pertanggungjawaban dan Penggunaan (LPP) APBD 2016 belum lama ini, fraksi-fraksi menyampaikan pandangan bahwa peranan tiga BUMD, terutama Perusda perlu ditingkatkan sehingga mampu meningkatkan PAD.
    Secara terpisah, Dirut Perusda Devanan mengatakan Perusda sedang menyusun langkah-langkah pengembangan usaha, termasuk untuk masuk ke FTZ.
    “Kita sudah berfikir ke arah sana, tapi semuanya itu butuh biaya,” ucapnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com