• DPRD Cianjur Menolak Rencana MENDIKBUD

    0

    Cianjur, jurnalsumatra.com- DPRD Kabupaten Cianjur, Jabar, menolak usulan Mendikbud Muhadjir Effendy perihal sekolah seharian penuh karena Cianjur telah menerapkan pendidikan “Diniyah Takiliyah” yang diselenggarakan setelah pendidikan formal di sekolah.
    Pendidikan Diniyah tersebut telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2014 tentang Diniyah Takmiliyah, kata Wakil Ketua DPRD Cianjur, Deden Nasihin, di Cianjur, Jumat.
    Dia menjelaskan, tujuan Mendikbud mengusulkan rencana tersebut, untuk menghidarkan anak dari perilaku negatif usai pulang sekolah dinilai cukup baik, namun tidak setiap wilayah dapat menerapkan rencana tersebut.
    “Jakarta mungkin cocok karena banyak orangtuanya bekerja, sehingga untuk menghindarkan anak dari tawuran dan lainnya. Tapi di kota lain seperti di Cianjur belum tentu, apalagi sudah adanya pendidikan diniyah,”katanya.
    Dia menuturkan, dibandingkan dengan adanya sekolah seharian penuh, pendidikan diniyah membuat anak tetap belajar setelah pulang sekolah, namun pendidikan yang diberikan adalah pendidikan agama yang akan membentuk karakter serta keimanan anak lebih kuat.
    “Sebelum menteri pendidikan mencanangkan full day school, Cianjur sudah lebih dulu tapi beda konsep. Kalau rencana full day school tetap dijalankan, maka jadwal pendidikan diniyah takiliyah secara otomatis żberpindah. Kalau digeser ke malam, kasihan anak-anak harus belajar sampai malam,” katanya.
    Dia berharap, Mendikbud mengkaji ulang rencana tersebut.”Baiknya dikaji, penerapannya seperti apa dan tidak berbenturan dengan bejakan lain di daerah,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com