• DPRD Apresiasi Aparat Gerebek Pabrik Kecap Ilegal      

    0

    Kendari, jurnalsumatra.com – DPRD Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengapresiasi penggerebekan pabrik kecap sumber baru yang memproduksi kecap bercap 888 yang diduga tidak memiliki izin atau ilegal.
    Penggerebekan itu dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama kepolisian dan Dinas Kesehatan Kota Kendari.
    “Saya kira apa yang sudah dilakukan tim yang bertugas melakukan pengawasan terhadap produk-produk makanan dan minuman di daerah ini harus diberi ‘reword’, sebab bila tidak seperti itu maka akan merugikan bagi kita semua,” ujar anggota DPRD Kendari, La Ode Ashar di Kendari, Sabtu.
    Menurut politisi Partai Golkar itu, kegiatan pengawasan yang dilakukan tim BPOM dan aparat kepolisian dan kesehatan dan instansi teknis lainnya harus dilakukan secara kontinyu, dan tidak hanya pada waktu-waktu tertentu saja.
    Apalagi, dalam suasana saat ini sudah memasuki pasar bebas, sehingga produk-produk makan dan minuman sudah bebas dipasarkan dimana saja, sehingga bila tidak ada pengawasan yang ketat dari aparat teknis maka masyarakat akan dirugikan.
    Belum lama ini, tim BPOM Kendari bersama kepolisian dan dinas kesehatan dan Dinas Pertanian dan Tanaman panagan melakukan penggerebekan pabrik kecap yang ada di wilayah Powatu yang diduga belasan tahun beroperasi namun izinnya tidak pernah dilaporkan.
    Kepala BPOM Kendari, Adilla Pababbari kepada sejumlah wartawan belum lama ini mengatakan, penyegelan pabrik Kecap Sumber Baru dengan menutup aktivitasnya itu dikarenakan pemilik tidak pernah memperpanjang izin produk.
    Selain itu juga dalam proses pembuatannya banyak ditemukan bahan tambahan pangan yang tidak terdaftar yang disinyalir berasal dari Cina dan tidak terdaftar di BPOM.
    “Pabrik kecap 888 yang ada di Puuwatu ini sejak tahun 1994 tidak pernah memperbaharui izin produk, selain itu bahan-bahan yang di gunakan oleh pabrik kecap ini tidak memenuhi standar dan tidak terdaftar di BPOM,” ujarnya.
    Menurut Adilla, selain tidak memiliki izin dan menggunakan bahan pangan yang tidak sesuai pabrik kecap tersebut juga ditemukan memakai pengawet yang tidak sesuai takaran atau melebih ambang batas, selain itu botol yang di gunakan tidak higenis.
    Dari hasil pengerebekkan itu BPOM Kendari berhasil menyita sebanyak 123 lusin kecap siap edar dan mesin pabrik kecap milik Sumber Baru yang memproduksi kecap sedikitnya 1000 lusin perminggu.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com