• Disperindagkop Desak Koperasi Gelar Rapat Anggota Tahunan

    0

         Jayapura, jurnalsumatra.com – Dinas Perindstrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Jayapura mendesak pengurus koperasi untuk segera menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan melaporkannya ke pemerintah.
    “Kami sudah menyurati kepada seluruh koperasi yang ada di Kota Jayapura agar menggelar RAT,” ujar Kepala Disperindagkop Kota Jayapura Robert Awi, di Jayapura, Senin.
    Ia mengungkapkan isi dari surat tersebut menerangkan bahwa apa bila sampai akhir September ini koperasi tidak melakukan RAT maka koperasi tersebut akan dilaporkan ke Kementerian Koperasi dan UKM sebagai koperasi yang tidak aktif.
    “Dengan begitu itu maka koperasi koperasi itu akan dibubarkan dengan Surat Keputusan Menteri Koperasi dan UKM,” katanya.
    Awi menyebutkan jumlah koperasi yang tidak aktif di Kota Jayapura cukup banyak sehingga diperlukan langkah tegas untuk menertibkan koperasi yang tidak aktif.
    “Sudah tidak ada toleransi karena jumlah koperasi kita sekitar 300 unit, dan sekitar 200 koperasi belum menggelar RAT. Padahal RAT itu adalah bukti kalau koperasi itu aktif, karena dalam kesempatan tersebut pengurus melakukan pertanggungjawaban aktifitasnya selama satu tahun,” ujarnya lagi.

         Menurutnya, koperasi yang “mati suri” biasanya karena pengurusnya tidak aktif, hal tersebut yang membuat anggotanya juga acuh saja.
    Kondisi ini hampir terjadi di seluruh koperasi yang ada di Kota Jayapura. “Kami minta mereka segera membuat RAT, kalau mereka melakukan maka akan ada surat masuk ke kami,” kata dia.
    Berdasarkan itulah Disperindagkop akan melakukan evaluasi dan bagi mereka yang tidak memasukan surat, maka pemerintah memasukan mereka dalam daftar yang akan dilaporkan ke kementerian.
    “Lebih baik sedikit koperasi tapi aktif dari pada banyak tapi tidak jelas,” kata Awi.
    Ditegaskannya pemerintah ingin menghindari pembentukan koperasi yang hanya digunakan untuk maksud tertentu saja. Padahal koperasi ini bisa menggerakan perekonomian di tingkat bawah.
    Awi menilai minimal koperasi bisa memberikan kesejahteraan kepada anggotanya. Lalu distribusi barang yang dilakukan pemerintah biasanya lebih mudah diakses oleh koperasi dari pada oleh badan usaha lainnya.
    “Dengan keunggulan ini maka ada banyak orang yang mendirikan koperasi untuk kepentingan pribadi, nah hal ini yang mau kita pangkas,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com