• Dispenda Banjarmasin: Pajak Hotel Meningkat

    0

    Banjarmasin, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Banjarmasin Subhan Noor Yaumil mengungkapkan, perolehan pajak di sektor perhotelan belakangan ini sudah ada sedikit peningkatan, di mana banyak ‘event’ nasional diselenggarakan di Banjarmasin.

        Menurut dia, saat di Balaikota Banjarmasin, Rabu, dari hasil survai saat ini, adanya peningkatan hunian di hotel sekitar 2,8 persen pertengahan tahun ini sebab banyak event nasional dan lokal diselenggarakan, di mana imbasnya akan berpengaruh bagi pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp17,8 miliar pada 2016 ini.
    “Dari perhitungan hingga bulan Agustus ini, sudah tercapai target PAD sebesar Rp10,7 miliar lebih atau sekitar 60,33 persen, harapannya dengan sudah adanya peningkatan hunian ini akan bisa cepat tercapai 100 persen, bahkan bisa lebih,” ujarnya.
    Dikatakan Subhan, karenanya kondisi ekonomo secara global di provinsi ini mengalami penurunan utamanya disektor pertambangan sejak 2015 lalu sempat terjadi penuruinan hunian di hotel-hotel di Banjarmasin sebagai ibu kota provinsi.
    Akibat melemahnya itu, ungkap dia, maka target PAD di sektor perhotelan ini tidak berani ditingkatkan, sebab pada 2015 ditargetkan perolehan sebesar Rp17,8 miliar pula, hanya bisa tercapai sekitar 81,34 persen atau sekitar Rp14,47 miliar.
    Harapannya, kata Subhan, dengan mulainya sektor pariwisata di daerah ini meningkat, akan menimbulkan kedatangan wisatawan luar daerah hingga mancanegara memenuhi sarana perhotelan, yang artinya eksistensi perpajakan juga akan bisa meningkat tajam.
    “Harapan baru perekonomian daerah ini yang bisa meningkat itukan dibidang pariwisata, makanya kita harap sektor pariwisata ini bisa ditingkatkan karena potensi mendulang PAD sangat besar,” paparnya.
    Hal demikian juga bisa berimbas kepada meningkatnya pula perolehan pajak di sektor pajak restoran, sebutnya, di mana target perolehan pajak di sektor ini lebih tinggi dari perhotelan, yakni, sebesar Rp31 miliar.
    Dan sampai Agustus ini, beber Subhan, PAD dari pajak perhotelan ini sudah bisa terealisasi sebesar Rp22,9 miliar lebih atau sekitar 74 persen, di mana pajak restoran ini merupakan penyumbang terbesar kedua PAD Kota Banjarmasin.
    PAD terbesar disumbang dari sektor pajak Penerangan Jalan Umum (PJU), kata dia, sebab ditargetkan sebesar Rp34 miliar, hingga kini sudah bisa terealisasi Rp22,7 miliar atau sekitar 66,99 persen.
    Selain itu pula yang besar menyumbang PAD, adalah sektor pajak hiburan dengan target sebesar Rp14,3 miliar sudah terealisasi sebesar Rp7,5 miliar atau sekitar 51,71 persen, kemudian pajak reklame ditarget sebesar Rp9,5 miliar baru terealisasi sebesar Rp2,4 miliar atau sekitar 25,52 miliar.
    Menurut dia, target PAD secara keseluruhan sebelum dibahasnya APBD perubahan ini sebesar 268,8 miliar dan ditambah targetnya pada APBD perubahan ini sebesar Rp278 miliar dengan realisasi hingga kini sudah sebesar Rp172,8 miliar atau sekitar 64,30 miliar.
    “Nah, dari target total PAD ini beban yang harus dipikul pihaknya di Despenda sebesar Rp217 miliar atau sekitar 90 persennya, ini yang harus kami capai dengan kerja maksimal, dan kami yakin bisa,” tuturnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com