• Diskominfo Kabupaten Bekasi Berencana Pasang Wifi

    0

       Cikarang, Bekasi, jurnalsumatra.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berencana  memasang jaringan ‘wifi’ yang merupakan bantuan dari PT Telkom Indonesia.
    “Jaringan ini akan dipasang di beberapa titik yang ditentukan diantaranya Taman Sehati Komplek Stadion Wibawa Mukti, dan 23 kecamatan,” kata Kepala Diskominfo Kabupaten Bekasi Hudaya di Kabupaten Bekasi, Kamis.
    Menurut dia pada perencanaan pemasangan jaringan ‘wifi’ ini ada 400 titik yang digunakan. Dan bantuan itu cuma diberikan sepuluh unit peralatan saja. Bila sesuai perencanaan awal tiap titik akan dipasang tiga alat, agar sinyalnya tidak lambat.
    Seperti yang sudah dijelaskan pada lima bulan yang lalu, pemerintah daerah setempat berencana membangun pusat ‘Cyber Optik’. Pada nantinya masyarakat setempat tidak perlu kesusahan lagi.

       Program ini menggunakan sistem proteksi jaringan, dan hanya mampu mengakses pada area Kabupaten Bekasi semata. Serta dipusatkan di kantor pemerintah daerah setempat sebagai server induk.
    Pemasangan ini juga mencakup dunia pendidikan dan akan dipasang fiber optik agar lebih tepat guna. Pemasangannya di setiap kecamatan.
    Tentunya membutuhkan waktu yang lama dalam pembangunannya, tetapi dengan adanya dorongan dari masyarakat akan dilakukannya.
    Ia menambahkan Kabupaten Bekasi juga menjadi salah satu dari 81 kota dan kabupaten di Indonesia yang siap dalam menerapkan Smart City Nusantara.
    Dikarenakan dalam pembangunannya dirasa penting dan tidak memerlukan tower-tower. Cukup memasang alat di titik yang dijadikan subyek penentu dan satu alat yang berfungsi sebagai pemacu dorongan berupa sinyal dan langsung terhubung dengan internet.
    Tentu ini bukan hal baru bagi kaula muda di jaman serba moderen. Tetapi pada negara-negara berkembang sudah menggunakannya. Dan tingkat gangguan jaringan terbilang kecil.
    Tidak seperti penggunaan tower pemancar, tingkat kepekaan cukup besar semisal, harus memasang pemancang petir. Sering terjadi gangguan bila cuaca memburuk, dan lain sebagainya.
    Lanjut Hudaya menjelaskan dalam pembangunannya diperlukan dukungan dan dorongan dari masyarakat. Selain itu masih dilakukan pengkajian anggaran yang menjadi permasalahan utama.
    Dikarenakan dalam pembangunannya bukan hanya asal pasang alat saja, tetapi biaya yang mahal dan penambahan tenaga teknisi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com