• DINKES Padang: Obat Ilegal Sebabkan Gangguan Kesehatan        

    0

    Padang, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan obat-obatan ilegal jika dikonsumsi dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
    “Obat ilegal berdampak pada kesehatan tubuh, sehingga sangat berisiko jika dikonsumsi,” kata Kepala Dinkes Kota Padang, Feri Mulyani di Padang, Senin.
    Ia mengatakan obat-obatan ilegal termasuk jamu ilegal dan lainnya tidak layak untuk dikonsumsi, hal itu dikarenakan tidak memiliki izin edar serta kandungan zat yang terdapat di dalamnya juga tidak diketahui.
    “Apa isinya kita tidak tahu, bisa saja bahan yang ada di dalam obat tersebut adalah bahan yang dapat merusak kesehatan secara umum,” kata dia.
    Kemudian tanpa resep dokter semua efek samping obat bisa saja terjadi, untuk itu masyarakat harus waspada dan cerdas dalam memilih obat yang akan dikonsumsi.
    Salah satu contoh pil Dextro yang pada awalnya digunakan untuk obat batuk, namun dalam perkembangannya obat tersebut disalahgunakan oleh para remaja untuk mendapatkan sensasi berhalusinasi.
    Pada keadaan overdosis, terjadi berbagai macam efek samping, stimulasi ringan pada konsumsi sebesar 100-200 miligram, euoforia dan halusinasi pada dosis 200-400 miligram, gangguan penglihatan dan hilangnya koordinasi gerak tubuh pada dosis 300-600 miligram, dan terjadi sedasi disosiatif (perasaan bahwa jiwa raga terpisah) pada dosis 500-1.500 miligram.
    Pil Dextro ketika disalahgunakan akan membuat seseorang menjadi tak terkontrol atau labil, daya ingat menjadi menurun, sensitif dan mudah terpancing amarah, jalan sempoyongan dan bicara kaku.
    Untuk itu, kata dia pihak apotek harus lebih memperhatikan mengenai hal itu, jangan menjual obat-obatan ilegal ataupun menjual obat yang tidak selayaknya dikonsumsi anak-anak tanpa resep dokter.
    Sebelumnya, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sumbar, menemukan ribuan butir obat dan jamu ilegal saat inspeksi mendadak, dua lokasi penemuan obat dan jamu ilegal tersebut berada di Pasar Tarandam dan Seberang Padang.
    Berdasarkan sidak tersebut pihak BPOM Padang menemukan obat dan jamu yang peredarannya sudah lama dilarang oleh pemerintah, namun hingga saat ini obat dan jamu tersebut masih ditemukan dijual di apotek setempat.
    “Adapun obat dan jamu tersebut yaitu pil Dextro, obat kuat, dan jamu pegal linu,” sebut Kepala BPOM Padang, Zulkifli.
    Sedangkan obat dan jamu kuat yang ditemukan pada sidak tersebut merupakan obat dan jamu yang telah dicampurkan dengan bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan pengonsumsinya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com