• Dinkes Bangkalan Tangani Khusus Penderita HIV/AIDS

    0

        Bangkalan, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur melakukan penanganan khusus kepada tujuh orang pengidap HIV/AIDS asal wilayah itu.
    “Penganan khusus kepada penderita HIV/AIDS warga Bangkalan itu kami lakukan, agar mereka tidak merasa terkucilkan, dan bisa tetap fokus pengobatan yang sedang mereka jalani,” kata Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Bangkalan Mariamah, di Bangkalan, Jumat.
    Ia menjelaskan, awalnya, warga Bangkalan yang menderita HIV/AIDS sebanyak delapan orang, namun satu di antaranya telah meninggal dunia.
    Sebelumnya pada kurun waktu 2013-2014, institusi ini merilis jumlah warga di “Kota Salak” yang menderita penyakit HIV/AIDS itu sebanyak sembilan orang.
    Menurut Mariamah, warga Bangkalan yang diketahui positif menderita penyakit mematikan itu, umumnya yang bekerja di luar Bangkalan, seperti Surabaya, Malang dan sebagian adalah TKI Malaysia.
    “HIV/AIDS ini sebenarnya bukan penyakit menular. Penularan terjadi, karena hubungan seksual atau melalui jarum suntik,” ucapnya.

        Hanya saja, di sebagian masyarakat Bangkalan dan Madura pada umumnya, HIV/AIDS masih dipahami sebagai penyakit yang menular, sehingga penderita penyakit itu dikucilkan.
    “Ini menjadi tugas kami di dinkes untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sebenarnya HIV/AIDS bukan penyakit menular,” imbuhnya.
    Mariamah menuturkan, pemahaman di sebagian masyarakat bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit menular, sering berimbas pada prosesi pemandian jenazah si penderita penyakit itu.
    Dalam beberapa kasus, banyak warga yang tidak bersedia memandikan jenazah warga terinfeksi HIV/AIDS.
    “Fakta inilah yang mendasari kami di Dinkes Bangkalan menggelar pelatihan teknik memandikan jenazah penderita HIV/AIDS dengan menggandeng ulama di sini,” katanya, menuturkan.
    Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Bangkalan Mariamah menjelaskan, HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit yang hingga kini belum diketahui obatnya.
    Pengobatan dengan obat antiretroviral (ARV) yang dilakukan selama ini, hanya untuk menekan peredaran virus di dalam tubuh pasien.
    “Jenis obat ini sudah tersedia di rumah sakit puskesmas-puskesmas yang ada di Bangkalan ini dan semuanya gratis,” kata Mariamah, menjelaskan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com