• Dinkes Asahan Minimalisir Penyebaran Deman Berdarah

    0

         Kisaran, Sumut, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, terus berupaya meminimalisir penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), diantaranya dengan rutin melakukan fogging di kawasan yang dnilai rentan merebaknya penyakit tersebut.
    Kepala Seksi Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Asahan Safrin Hutahean, di Kisaran, Kamis, mengatakan, pihaknya sampai saat ini sudah melakukan fogging (pengasapan) kepada 6.300 rumah warga.
    “Karena kasus DBD terus meningkat kita terus mengfogging rumah warga. Namun perlu diketahui fogging hanya memutus rantai penularan dengan cara membunuh nyamuk dewasa. Tapi tidak membunuh jentik nyamuk DBD,” katanya.
    Ia menjelasakan fogging dilakukan untuk memutus siklus penyebaran DBD melalui nyamuk atau membunuh nyamuk dewasa dilaksanakan di hampir rata-rata di kecamatan.
    Khususnya kecamatan yang saat ini dinyatakan sebagai KLB (kejadian luar biasa) DBD yakni Kecamatan Pulau Rakyat, Rahuning dan Kecamatan Buntu Pane dan didaerah yang selama ini termasuk daerah endemis.

        “Kita masih terus melakukan fogging dan pemeriksaan jentik-jentik. Selain itu kita juga melakukan penyuluhan di daerah yang mengalami kasus DBD luar biasa.Persoalan DBD menjadi perhatian bersama, sebab kasusnya setiap tahun pasti ada, baik datang dari daerah Asahan maupun dari daerah lain,” katanya.
    Dia berharap seluruh aparat kecamatan, desa, kelurahan, untuk bersama-sama mengerakan masyarakat untuk hidup bersih dan membersihakan sarang nyamuk serta peduli terhadap lingkungan.
    Karena pemberantasan penyakit tersebut tidak bisa hanya ditangani oleh dinask kesehatan, namun harus dibantu oleh lintas sektor dan masyarakat dalam  memberantas serta mencegah terjadinya kasus tersebut.
    Masyarakat juga diminta melakukan tindakan menguras, mengubur, menutup plus telungkupkan (3M+T) barang bekas yang berpotensi sebagai tempat sarang nyamuk yang bisa dijadikan sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk.
    “Satu sendok air bisa menjadi tempat sarang nyamuk. Dan satu ekor nyamuk DBD bisa bertelur 200 jentik. Maka itu periksa lingkungan jangan sampai ada air tergenang,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com