• Dinas: Perlu Standarisasi Produk Daur Ulang Sampah

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta menyatakan perlu standarisasi produk dari hasil daur ulang sampah untuk memudahkan pemasarannya.

         “Memang harus ada standarisasi, jangan sampai produk ini terlalu mahal padahal pelaku daur ulang sendiri tidak tahu ya, ini kan hasil kerajinan tangan nilai seninya tinggi, karena ini buatan tangan sendiri biasanya lebih mahal,” kata Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat Dinas Kebersihan DKI Jakarta Nani Thalib, Jakarta, Rabu.
    Dia mengatakan standarisasi itu diperlukan agar para pelaku daur ulang sampah lebih memahami kaidah produk yang bernilai jual sehingga membuat  kerajinan tangan dari bahan sampah secara efektif dan efisien.
    Nani tidak menginginkan warga hanya sekadar membuat saja tapi juga harus mempertimbangkan untuk membuat suatu produk berbahan sampah yang memenuhi standar sehingga memudahkan mereka untuk penjualan barang tersebut.
    “Padahal kualitasnya tidak kalah saing di pasaran. Ini pekerjaan rumah pemerintah untuk bagaimana mencarikan standarisasi,” ujarnya.
    Nani menuturkan perlu adanya pelatihan untuk mengolah sampah menjadi produk yang dapat dijual di pasaran.
    Dengan demikian, dia berharap pelatihan secara intensif dapat menumbuhkan gerakan mendaur ulang sampah menjadi produk yang bernilai jual dan bermanfaat.
    “Memang harus ada pelatihan ya artinya harus ada standarisasi dulu, yang mana sih yang ada nilai jualnya, karena kan kalau sudah masuk ke UKM (usaha kecil dan menengah) itu sudah harus ada standarisasi karena banyak ibu-ibu yang sudah pelaku daur ulang belum punya standarisasi sekadar membuat akhirnya,” ujarnya.
    Nani menuturkan seluruh pemangku kepentingan harus duduk bersama memikirkan standarisasi mutu produk dari daur ulang sampah.
    “Sekarang memang dari level pimpinan sudah mulai komunikasi antara perindustrian, perdagangan,  UKM sekarang sudah mulai komunikasi, KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) sekarang sudah berkomunikasi mencari solusi bagaimana ini sekarang masyarakat yang pelaku daur ulang supaya dia ada standarisasi dan produknya bisa dipasarkan,” tuturnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com