• Dinas Pasar Semarang Bangun “Shelter” PKL Tlogosari

    0

    Semarang, jurnalsumatra.com Dinas Pasar Kota Semarang akhirnya membangun “shelter” yang akan digunakan sebagai tempat relokasi bagi para pedagang kaki lima di kawasan Tlogosari Semarang.
    “Pembangunan ‘shelter’ ini sudah dimulai sejak pertengahan puasa dan ditargetkan selesai sekitar September 2015,” kata Wakil Mandor Proyek Shelter PKL Tlogosari Sudarto di Semarang, Selasa.
    Para PKL yang berada di Jalan Tlogosari Raya atau sepanjang bantaran sungai di Tlogosari akan dipindahkan ke sebuah lahan di Jalan Taman Suryokusumo yang masih dalam satu kawasan perumahan itu.
    Apalagi, Pemerintah Kota Semarang berencana melakukan betonisasi di sepanjang Jalan Tlogosari Raya yang pengerjaannya dilakukan pada tahun ini sehingga para PKL diharuskan untuk pindah.
    “Kami hanya mengerjakan saja. Yang jelas, konsep ‘shelter’ ini meniru ‘shelter’ PKL yang ada di kawasan Taman Keluarga Berencana (KB). Namun, atapnya menggunakan baja ringan,” katanya.
    Berbagai fasilitas, kata dia, juga akan melengkapi “shelter” PKL Tlogosari, seperti tempat ibadah dan toilet yang dimaksudkan untuk meningkatkan kenyamanan para pedagang dan pengunjung.
    Pembangunan “shelter” Tlogosari dengan anggaran sekitar Rp3 miliar lebih itu juga akan dibangun model zonase yang akan memisahkan pedagang berdasarkan jenis dagangannya yang dijual.
    “Jadi, pedagang barang dengan kuliner akan dipisahkan. Ya, makanya disiapkan sistem zonase,” katanya.
    Untuk ukuran lapak, ia menyebutkan sesuai rencana setiap pedagang dibuatkan lapak berukuran 4×2 meter untuk zona barang, sementara untuk zona kuliner disiapkan lapak berukuran 3×2 meter.
    Sudarto menambahkan lantai “shelter” akan dipasangi dengan keramik, sementara jalan di kawasan tersebut akan dipasangi “paving block” sehingga memudahkan akses menuju tempat itu.
    Untuk mencegah kemacetan, Pemkot Semarang berencana melakukan pembangunan Jalan Tlogosari Raya di sisi kanan dan kiri sungai yang dilakukan secara bertahap dimulai pada tahun ini.
    Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan pembangunan akan dilakukan di sisi barat sungai untuk memberikan waktu kepada Dinas Pasar menertibkan PKL yang berjualan.
    “Pembetonan akan dilakukan di sisi barat dulu. Untuk sisi timur dilakukan penertiban PKL. Jika dibangun bersamaan juga akan menyulitkan warga beraktivitas keluar masuk perumahan,” pungkasnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com