• Dinas : Masyarakat Penerima Program IFAD Diharapkan Lebih Mandiri

    0

        Pontianak, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kubu Raya, Djoko Triono mengharapkan masyarakat penerima program Coastal Community Development Project (CCDP) International Fund for Agricultural Development (IFAD) bisa mandiri dalam mengelola produk unggulan mereka.
    “Sejak tahun 2011, program ini sudah digulirkan untuk 14 Desa sasaran program tersebut yang ada di Kubu Raya. Tahun ini, program itu akan berakhir, makanya kita harapkan masyarakat bisa lebih mandiri setelah program ini selesai,” kata Djoko di Sungai Raya, Kamis.
    Dia menjelaskan,  14 desa sasaran yang tersebar di empat Kecamatan pesisir diantaranya, untuk Kecamatan Teluk Pakedai, Kubu, Batu Ampar dan Kecamatan Sungai Kakap.
    Dikatakan, sampai saat ini ke 14 Desa sasaran itu sudah memperkenalkan dan mengelolah produk unggulan mereka, diantaranya, Desa Batu Ampar produk unggulannya amplang, di Desa Nipah Panjang ada Ikan Asap, Desa padang Tikar 1 ada Renjong, Desa Dabong ada Kepiting Soka dan masih banyak yang lainnya.

        “Meski mendapatkan penilaian baik dalam menjalankan program CCDP-IFAD dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, namun saya merasa masih belum menyeluruh memberdayakan masyarakat pesisir,” tuturnya.
    Dia menyebut pihaknya masih diberikan kesempatan untuk menambah 1 Desa sasaran yang akan dimasukan dalam program CCDP-IFAD pada tahun 2017 mendatang.
    Djoko menjelaskan, dengan ditambahnya 1 Desa lagi maka terdapat 15 Desa yang menjadi sasaran program CCDP-IFAD.
    Untuk itu, ke depannya Djoko mengharapkan, agar ke 15 Desa sasaran itu sudah dapat mandiri dalam mengelolah hasil perikanan dan dijual dengan packing yang menarik dan harus sesuai dengan Produk Rumah Tangga (PRT) serta memiliki lebel halal sehingga dapat diperjualbelikan ke swalayan baik di Kabupaten Kubu Raya maupun Kota Pontianak.
    “Selain itu untuk memudahkan masyarakat pesisir dalam memperjualbelikan produk mereka, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Koprasi dan UMKM setempat, dalam memberikan dana untuk membuat produksi halal,” katanya.
    Sehingga, lanjut Djoko, semua produk yang dihasilkan masyarakat pesisir  Kubu Raya ini bisa mudah diterima dan dikonsumsi oleh masyarakat luas di Kalimantan Barat.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com