• Dinas: Lebak Belum Terbebas Dari Rabies

    0

         Lebak, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak Iman Santoso mengatakan Kabupaten Lebak belum terbebas dari penyebaran rabies, meskipun dalam empat tahun terakhir tidak ditemukan kasus positif rabies.
    “Kami bisa menyatakan terbebas dari rabies setelah dilakukan tim verifikasi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian,” kata Iman saat dihubungi di Lebak, Selasa.
    Dinas Peternakan kini mewaspadai penyebaran rabies karena masyarakat Sukabumi Provinsi Jawa Barat yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak ditemukan positif terindentifikasi penyakit rabies.
    Ia mewaspadai penyebaran rabies dari daerah perbatasan itu agar tidak menyebar ke wilayah Kabupaten Lebak.
    Sebelumnya, Kabupaten Lebak dinyatakan bebas dari rabies, namun ditemukan lagi penyebaran rabies berasal dari Sukabumi itu.
    Agar tidak terjadi penyebaran rabies di Lebak, Iman mengingatkan warga yang tinggal di perbatasan Sukabumi dan Kabupaten Lebak agar mewaspadainya.
    “Kami yakin jika masyarakat mewaspadai penyebaran rabies dipastikan tidak menular kepada warga Lebak,” katanya.
    Ia mengatakan pemerintah daerah komitmen menargetkan bebas rabies tahun 2018 sehingga pelayanan vaksinasi dan pemusnahan binatang anjing yang terjangkit rabies dioptimalkan.
    Selama empat tahun terakhir belum ditemukan warga yang terkena rabies akibat gigitan anjing liar.

         Selain itu juga pelayanan vaksinasi hampir ada di 28 kecamatan, sehingga masyarakat yang memelihara binatang bisa mendatangi petugas vaksin anti rabies (VAR).
    Pemerintah daerah juga memaksimalkan penyuluhan dan sosialisasi untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat guna mencegah penyebaran rabies.
    Sebab jika masyarakat sudah positif tertular rabies kemungkinan bisa menimbulkan korban jiwa.
    “Kami berharap melalui penyuluhan dan sosialisasi dapat meminimalisasi korban rabies,” katanya menjelaskan.
    Menurut dia, masyarakat harus menyadari bahaya rabies dengan membawa binatang peliharaannya untuk dilakukan vaksinasi di masing-masing kecamatan.
    Wilayah Kabupaten Lebak hingga kini belum terbebas dari rabies setelah ditemukan pada tahun 2007 yang menimpa seorang warga Kecamatan Bayah meninggal akibat gigitan anjing yang positif terkena rabies.
    “Kami minta pemilik binatang agar segera membawa binatang peliharaannya untuk dilakukan VAR,” ujarnya.
    Sementara itu, sejumlah masyarakat Kabupaten Lebak meminta pemerintah daerah proaktif untuk menangani kasus rabies.
    Sebab saat ini masyarakat yang memiliki binatang peliharaan kurang mendapat perhatian untuk dilakukan VAR.
    “Kami sangat mengharapkan adanya pelayanan pos pemeriksaan kesehatan hewan untuk mencegah virus rabies,” kata Untung (50) warga Kabupaten Lebak.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com