• Diduga Aset Desa Dilelang Oknum PJs Kades Tebing Abang

    0

    lelang lebak lebungBANYUASIN, Sumsel, jurnalsumatra.com -Warga dan petani desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin mekakukan protes karena diduga dilelangnya sungai Pinang oleh oknum PJs pemerintah desa setempat. Akibatnya, berimbas pada pengairan sawah saat bercocok tanam.

    “Jika benar dilelang pemerintah dalam hal ini pjs kades Tebing Abang,  Riki telah menabrak peraturan daerah tentang objek bukan lelang,” Kata, Kabid Bidang Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Dinas Perikanan dan Kelauatan, Banyuasin, Mirza Noviar di ruang kerjanya, Rabu (21/9/2016).

    Informasi di lapangan menyebutkan, Sungai Pinang dilelang 52 juta pertahun dan ini jelas melanggar aturan, karena sungai yang bukan objek lelang lebak lebung artinya tidak boleh diperjual belikan dan seutuhnya untuk kepentingan masyarakat apalagi Sungai Pinang untuk pengairan sawah.

    “Jangankan dilelang ditutup saja tidak boleh karena untuk kepentingan masyarakat biar orang dari luar kabupaten saja boleh mencari ikan disana apalagi warga se tempat,”katanya.

    Menurut dia, langkah selanjutnya masih menunggu hasil rapat akan dilakukan pembongkaran empang pengemin Sungai Pinang.

    Terpisah tokoh masyarakat Tebing Sbang Basri menjelaskan, Sungai Pinang Desa Tebing Abang sudah tidak lagi dilelang sesuai SK Bupati Banyuasin No.180/lrkap/2008 semasa Bupati Banyuasin Amirudin Inoed.

    Jelas ini suatu pembangkangan yang dilakukan aparatur negara selaku pjs kades apalagi beliau seorang PNS. “Jelas ini tidak dibenarkan melelang aset desa yang bukan objek yang ditetapkan sebagai sungai dalam lelang lebak lebung,”tegasnya.

    Saya, kanjutnya  akan perjuangkan sampai kemana batasnya demi kepentingan ribuan petani yang memanfaatkan Sungai Pinang ini. (Lubis)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com