•  Daker Mekkah Tugaskan Tim PIJU Di KKHI    

    0

    Mekkah, jurnalsumatra.com – Daerah Kerja Mekkah,Arab Saudi  menempatkan satu tim Pembimbing Ibadah Jamaah Udzur (PIJU) yang terdiri atas empat orang di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk membantu jamaah yang sakit melaksanakan ibadahnya.
    “Kami memantau pelaksanaan ibadah harian jamaah yang sakit,” kata salah seorang anggota tim PIJU, Aulia Maulida, di Mekkah, Kamis.
    Aulia yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di sebuah universitas di Jordania mengaku bersama temannya terbagi dalam dua shift untuk mendampingi jamaah yang dirawat di KKHI tetap dapat menjalankan ibadah shalat lima waktu.
    “Kami membimbing jamaah di sini. Membimbing tayamum, wudhu, shalat dan lainnya,” katanya.
    Menurut Aulia Maulida, shift dimulai dari sebelum waktu shalat subuh hingga waktu shalat Isya.
    Dalam menjalankan tugas hariannya, Aulia mengaku tidak banyak mendapatkan kesulitan sekalipun tidak jarang juga harus bersabar membujuk jamaah untuk tetap menjalankan ibadah.
    Ia mengaku karakter jamaah satu dan yang lainnya sangat berbeda.
    “Ada yang jadi rajin shalat, tapi ada juga yang harus dibujuk,” katanya seraya menambahkan bahwa beberapa kali harus menerangkan pada pihak-pihak tertentu jika jamaah yang sakit dapat diwakilkan dalam menunaikan sejumlah rangkaian ibadah.
    “Terkadang jamaahnya juga memaksakan diri,” katanya.
    Menghabiskan banyak waktu dengan jamaah lanjut usia, kata dia, juga membuatnya mendengar banyak curahan hati jamaah yang tidak memiliki sanak saudara selama berhaji.
    Sementara itu  anggota tim PIJU, Miftah Farid yang bertugas membimbing pasien laki-laki menjalankan ibadahnya mengaku pengalamannya yang paling berkesan adalah saat harus mendampingi seorang jamaah di saat-saat terakhir.
    “Tidak terlupakan saat pertama kali mendampingi orang meninggal. Tadinya masih tampak baik-baik saja. Walaupun memang sempat berkata saya mau cepat pulang, mau pulangnya ke akhirat,” tuturnya mengutip perkataan seorang jamaah yang dia dampingi.
    Selama bertugas, Miftah mengaku telah melihat tiga jamaah meninggal dunia.
    “Ini jadi pelajaran bagi saya. Istilahnya muhasabah diri apa yang kita lakukan bisa bermanfaat. Introspeksi diri juga bahwa umur kita tidak panjang,” katanya.
    Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa saat tersibuk dalam tugas tim PIJU adalah pascapuncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina).
    “KKHI penuh, sampai di lorong-lorong,” katanya.
    Ia mengaku tim PIJU bekerja tanpa shift hingga dua hari pascaArmina karena sangat banyak jamaah yang harus didampingi.
    Sebagian besar jamaah yang mengalami gangguan kesehatan pascaArmina adalah jamaah lanjut usia yang rentan terhadap cuaca, debu dan karena kelelahan.
    Pada Rabu (21/9), di KKHI terdapat sekitar 97 pasien dengan beragam masalah kesehatan. Namun penyakit jantung dan pernafasan merupakan dua masalah kesehatan terbesar yang dialami jamaah.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com