• COP Minta Peredaran Senapan Angin Diperketat      

    0

    Solo, jurnalsumatra.com -  Lembaga perlindungan satwa liar tergabung “Centre  for Orangutan Protection (COP) telah melakukan aksi damai di Bundaran Gladak Jalan Slamet Riyadi Solo, Rabu, mereka menyerukan peredaran senapan angin harus diperketat, lantaran sering digunakan untuk berburu.
    Selain itu, kelompok lembaga perlindungan satwa liar tersebut juga menggelar sejumlah poster dan teatrikal dengan memperagakan seekor induk orangutan sedang menggendong anaknya menjadi korban pemburuan liar dengan menggunakan senapan angin.
    Bahkan, pengunjuk rasa menggelar sejumlah poster yang bertulisan, “Senapan Angin Bukan Untuk Buru Satwa”, dan “Senapan Angin teror Bagi Satwa Liar”.
    Eko Wahyu koordinator aksi COP Solo dalam orasinya mengatakan pihaknya menyerukan agar pengawasan terhadap penggunakan serta peredaran senapan angin lebih diperketat lagi. Korban dari aksi perburuan liar  itu, banyak ditemukan satwa diperdagangkan.
    Eko Wahyu mengatakan pada kurun waktu 2004 hingga Agustus 2016 tercatat setidaknya ada 23 kasus penembakan terhadap orangutan dengan senapan angin, Orangutan induk mengalami kritis, cacat permanen hingga kematian. Pemburu liar itu, setelah melumpuhkan induknya mereka kemudian mengambil anaknya untuk diperdagangkan.
    “Padahal, orangutan saat ini, dalam ambang kepunahan. Senapan angin sudah menjadi ancaman serius akan kepunahan satwa liar di alam,” katanya.
    Oleh karena

    itu, Eko Wahyu menyatakan sikap memohon kepolisian sebagai pemegang otoritas penuh sebagai pengawas peredaran senjata api dan senapan angin.perlu diperketat.
    Selain itu, polisi juga melakukan razia dan penegakan hukum karena banyak kasus penyalahgunaan senapan angin untuk berburu satwa liar.
    “Upaya konservasi satwa liar akan terhambat , ketika perburuan dan pembunuhan dengan senapan angin masih berlangsung,” kata Eko Wahyu.
    Pihaknya mendesak Kepala Polri  dapat bertindak tegas terhadap pelaku penyalahgunaan senapan angin sesuai Peraturan Kapolri Nomor 8/2012, tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api untuk Kepentingan  Olahraga.
    Menurut dia, dalam pasal 4 ayat 3, disebutkan  senapan angn digunakan untuk kepentingan olahraga menembak sasaran atau target.
    Sejumlah orang tergabung COP tersebut setelah menggelar teatrikal dan melakukan orasi menyerukan anti senjata api dan senapan angin untuk perburuan, mereka kemudian membubarkan diri dengan tertib. (anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com