• China Selenggarakan Pameran Fotografi Jalur Sutra Maritim      

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Kedutaan Besar China bekerja sama dengan Kantor Informasi Dewan Kenegaraan Tiongkok menyelenggarakan pameran fotografi Jalur Sutra Maritim bertempat di Art:1 New Museum, Jakarta Pusat, Selasa.
    “Pameran foto diselenggarakan bertujuan untuk mengenalkan Tiongkok lebih dekat kepada masyarakat Indonesia dan rakyat Indonesia paham konsep Jalur Sutra Maritim,” ujar Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng saat menghadiri upacara pembukaan pameran fotografi Jalur Sutra Maritim di Jakarta, Selasa.
    Dalam pameran tersebut, kata dia, akan ditunjukkan delapan kota mutiara Jalur Sutra Maritim yang kaya dengan warisan budaya dan berbagai macam tempat yang unik.
    Kedelapan kota tersebut adalah Quanzhou, Fuzhou, Zhangzhou, Guangzhou, Suzhou, Yangzhou, Nanjing, dan Ningbo.
    Jalur Sutra Maritim memiliki sejarah lebih dari 2.000 tahun. Pada 3 Oktober 2013, Presiden Tiongkok Xi Jinping di hadapan para anggota DPR bahwa Tiongkok berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara ASEAN terutama Indonesia.
    Hal tersebut dilakukan untuk mengembangkan kemitraan laut yang baik untuk membangun Jalur Sutra Maritim abad ke-21.
    “Dengan pameran ini diharapkan rakyat Indonesia dapat mengenal Tiongkok lebih dekat. Hubungan antara kedua negara yang sudah terjalin cukup lama dan harmonis dapat diperkuat dengan budaya,” ujar Dubes Xie Feng.
    Dubes Xie Feng mengungkapkan pada semester pertama, jumlah wisatawan dari Tiongkok ke Indonesia mencapai 830 ribu orang atau meningkat 43 persen dibandingkan semester pertama tahun lalu.
    Selain itu, kata dia, investasi China untuk Indonesia meningkat lebih dari lima kali lipat dalam waktu enam bulan.
    Ia mengungkapkan Tiongkok merupakan mitra dagang Indonesia nomor satu. Hal itu ditandai dengan meningkatnya investasi China dari urutan ke-10, melonjak ke urutan ketiga.
    Dalam kesempatan yang sama, mantan Duta Besar RI untuk Tiongkok, Sudrajat mengatakan saat ini banyak orang Indonesia yang tidak mengetahui tiongkok sebenarnya.
    “Padahal orang indonesia keturunan Tionghoa diperkirakan berjumlah lebih dari 12 juta. Sementara orang Indonesia tahu Tiongkok hanya 20 juta, tapi orang China mengetahui Indonesia itu lebih dari 20 juta,” kata dia.
    Ia mengatakan kepentingan Indonesia dan Tiongkok di masa depan adalah sangat potensial. Tiongkok berpotensi menjadi kekuatan ekonomi nomor satu di dunia pada 2025.
    “Dengan Jalur Sutra Maritim, Tiongkok akan menjadi lokomotif dalam gerbongnya dan Indonesia ingin masuk dalam gerbong tersebut,” kata dia.(anjas(

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com