• Caper Ala Perusahaan Soal Karhutla

    0

    KAYUAGUNG, jurnalsumatra.com – Rencana pembentukan tim elit udara memadamkan api diar udara oleh beberapa perusahaan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel,  dibawah naungan PT Sinarmas Group, sepertinya hanya akal akalan untuk cari perhatian (caper) terhadap pemerintah OKI.

    Demikian dicetuskan para pegiat lingkungan meminta Perusahaan tidak cuma mencari perhatian dengan membentuk tim elit pemadam api melalui jalur udara seperti yang dilakukan oleh perusahaan beberapa perusahaan di Kabupaten OKI.

    “Kita berharap perusahaan tidak sekadar untuk mencari momentum atau semacam mencari kesan bahwa mereka peduli dengan kebakaran hutan dan lahan,” kata Syarifuddin Goeshar aktivis lingkungan di Kabupaten OKI.

    Menurut Syarifuddin, saat ini kesannya perusahaan hanya mencari perhatian soal karhutla dengan membentuk time lit pemdam api melalui jalur udara dan sebagainya.

    “Kita tidak perlu dengan hal yang demikian yang kita inginkan adalah action mereka dilapangan, percuma bentuk tim elit dan sebagainya kalau lahan mereka sendiri masih terbakar, sekarang ini perusahaan tidak perlu mengurusi lahan orang lain, urus saja lahan mereka masing-masing bagaimana caranya agar tidak terbakar,”jelas Syarifuddin.

    Hal senada juga diutarakan oleh Anggota Komisi IV DPRD OKI, Solahuddin Djakfar menurutnya, kepedulian perusahaan tersebut hanyalah pencitraan semata, buktinya beberapa tahun lalu Komisi IV sudah sering melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada perusahaan tapi kenyataannya masih saja lahannya terbakar.

    “Ini kalau sudah kemarau baru ada action inikan hanya sekedar cari perhatian,”jelasnya.

    Solahuddin juga mengatakan, kepada pihak perusahaan untuk fokus saja terhadap lahan mereka masing-masing. Bagaimana caranya agar tidak terbakar lagi dengan mempersiapkan SDM yang mumpuni begitupun dengan fasilitas yang harus dilengkapi. “Kalau saat ini kan titik hotspot ini minim bukan karena kerja mereka tapi memang karena factor cuaca yang sudah masuk musim hujan,”terangnya.

    Solahuddin menambahkan, ada beberapa perusahaan dibawah naungan sinarmas group yang pernah dibekukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diantaranya PT Bumi Mekar Hijau (BMH) akibat kebakaran lahan berulang pada tahun 2014 dan 2015. “Kita berharap mereka tidak hanya mencari sensasi dengan membentuk tim peduli api tapi semoga apa yang mereka lakukan ini benar-benar bukan hanya semata-mata untuk mencari perhatian,”jelasnya.

    Bentuk Tim Elit Padamkan Api Melalui Udara

    Sebelumnya, beberapa perusahaan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dibawah naungan PT Sinarmas Group berencana akan membentuk tim elit untuk memadamkan api dari udara.

    Kepala Dept  External Relation perusahanPT Sebangun Bumi Andalas (SBA), PT Bumi Andalas Permai (BAP), dan PT Bumi Mekar HIjau (BMH) Efendy mengatakan kepada wartawan, Kamis (15/9) tidak semua wilayah konsensi  bisa dijangkau dalam waktu yang singkat dan bisa dijangkau melalui jalur darat maupun air.

    “Terutama lokasi-lokasi yang termasuk dalam hutan konservasi yang bisa dipastikan akses menuju kesana sangat sulit sekali, apalagi lahan gambut itu sangat rawan terbakar. Untuk itu, dibentuk tim elit pemadam melalui udara. Karena luas wilayah konsesi yang menjadi tanggung jawab perusahaan Hutan Tanam Industri (HTI) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir,  yang mudah terbakar,”jelasnya.

    Dituturkan Efendy, mitra Sinarmas Forestry memiliki personil Fire Fighter yang dilatih menjadi team elit dalam memadamkan api dari udara, personil wajib memiliki skill dan respon yang tinggi dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

    “Demi  menjaga areal yang sulit aksesnya, kita terus melakukan patroli udara menggunakan heli,  tim fire fighter kita latih kepekaan dan skillnya, kita bekerjasama dengan instruktur dan tenaga ahli TREK Wildland Services dari British Columbia Kanada mengadakan Training Heli Attack (Helitack), Training Heli Attack  ini bertujuan agar Fire Fighter yang dimiliki oleh mitra Sinarmas Forestry bisa melakukan serangan cepat terhadap titik api dimanapun posisi titik api,” ujar Efendy.

    Fire Management Head Sinarmas Forestry, Sujica W Lusaca menambahkan,  training Helitack sebagai supaya Fire Fighter bisa mencapai lokasi titik kebakaran dalam waktu singkat. “Jadi tidak terkendala lagi mengenai kondisi lokasi yang akan dicapai meskipun lokasi tersebut sulit ditembus melalui darat maupun air,” ungkap Sujica.

    Tidak hanya itu, Sujica menambahkan Sinarmas forestry ingin membentuk team elit yang hanya khusus melakukan serangan udara.  “Jadi ketika terdapat titik api di wilayah yang tidak atau belum ada akses, maka team elit inilah yang nantinya akan dikirim untuk melakukan pemadaman tersebut.  team elit Helitack ini merupakan team elit Fire Fighter pertama dan satu-satunya yang ada di Indonesia khususnya di perusahaan yang bergerak di Hutan Tanaman Industri ini,” ungkap Sujica.

    Training Helitack  diadakan di Sungai Baung, OKI  tanggal 1 Agustus kemarin Training Helitack ini diikuti oleh 33 personil Fire Fighter terbaik yang akan diseleksi menjadi 15 personil fire fighter yang khusus untuk melakukan serangan udara. Berbagai bentuk latihan dilakukan oleh Robert More dan John Davies selaku trainer untuk membentuk Fire Fighter yang tangguh dan berani dalam melakukan serangan cepat dengan menggunakan helikopter.

    Peserta training Helitack diajarkan bagaimana melakukan pemadaman dengan mengutamakan keselamatan team.

    “Training ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam melakukan reaksi cepat pemadaman di lokasi-lokasi yang sulit terjangkau, dan ini merupakan bentuk upaya yang sungguh-sungguh dari Sinarmas Forestry dalam mendukung program pemerintah bebas asap,” tandasnya.(ata)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com