• Bupati Banyuwangi-Pedagang Dialog Rencana Pembangunan Pasar

    0

        Banyuwangi, jurnalsumatra.com – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengundang dan mengajak dialog para pedagang terkait dengan rencana pembangunan pasar tradisional terbesar di wilayah itu.
    Ratusan pedagang itu diundang datang ke Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (26/9) malam.
    Anas mengaku sengaja mengundang pedagang untuk mengetahui keinginan mereka terkait dengan keberadaan Pasar Banyuwangi.
    “Apakah bapak, ibu yang ada di sini setuju Pasar Banyuwangi dibangun atau tidak? Bila banyak yang keberatan, pasar tidak akan kami rehab, tidak akan kami bangun. Kami menghormati keinginan bapak/ibu semua. Kalau tidak mau, anggarannya akan kami alihkan untuk pembangunan infrastruktur lainnnya,” kata Anas memulai dialog dengan pedagang.
    Menurut Anas, membangun fasilitas publik semacam pasar tidak bisa dilakukan dengan paksaan, apalagi tempat tersebut menjadi sandaran ekonomi banyak warga.
    Dia mengatakan dibutuhkan kesepakatan bersama agar ke depan tempat tersebut semakin nyaman bagi semuanya, baik bagi pedagang maupun masyarakat yang menjadi pembeli.
    “Dialog awal selalu kami lakukan agar pedagang ini mendapat informasi yang akurat serta jaminan keberlangsungan mereka serta menghindari deviasi di lapangan. Dulu saat awal bangun pasar wisata terpadu saya didemo habis-habisan karena ada informasi keliru yang didapat pedagang. Setelah kami jelaskan dan pastikan, akhirnya paham maksud kami, dan pembangunannya lancar. Makanya hari ini, saya undang bapak ibu untuk menyampaikan pendapat. Silakan semuanya menyampaikan pendapatnya,” ujar Anas.
    Undangan dialog tersebut direspons antusias oleh para pedagang. Satu per satu dari mereka menyampaikan pendapatnya. Pada intinya, para pedagang setuju Pasar Banyuwangi direhabilitasi, namun dengan tetap memperhatikan sejumlah syarat.

         “Kami berharap nanti semua pedagang yang sudah ada ini diakomodasi semua. Kios atau lapak baru nantinya harus kembali ke para pedagang yang ada saat ini. Juga harus sesuai izinnya, mana yang kios, mana yang gudang,” ujar Abdul Manan, salah seorang pedagang.
    Para pedagang lain juga menyampaikan usulan soal rencana relokasi sementara. Ada pula yang mengutarakan usul menarik soal perhitungan “hari baik” saat dimulainya pembangunan.
    “Kalau mulai pembangunan harus hari Senin Paing atau Sabtu Paing. Biar semua selamat nantinya. Ini serius, Pak Bupati,” ujar Misnawati, salah seorang pedagang yang hadir dalam dialog.
    Semua yang hadir langsung tergelak mendengar saran tersebut.
    Anas lalu memaparkan konsep Pasar Banyuwangi yang akan dibangun kepada pedagang dengan detail. Desain pasar tersebut digarap oleh arsitek kondang Adi Purnomo.
    Konsep bangunannya akan mengangkat kekhasan lokal, di mana gerbang pasar akan didesain menyerupai udeng (penutup kepala) khas Banyuwangi. Pasar dua lantai itu nantinya diperkirakan mampu menampung 1.500 los. Pasar itu juga didesain sebagai destinasi wisata baru di Banyuwangi.
    Ratusan pedagang pun mendengarkan dengan saksama rencana pembangunan pasar.
    “Pembangunan pasar ini murni dari pemerintah. Pedagang yang ada tidak akan dibebani macam-macam. Ini dana pemerintah, kami tidak melibatkan investor. Silakan desain ini dikomentari. Para pedagang bisa mengatur sendiri antarmereka. Harus bersepakat di antara para pedagang sendiri, baru akan dilelang pembangunannya,” kata Anas.
    Tahapan pembangunan pasar akan diawali pada tahun ini. APBD Banyuwangi menyiapkan dana untuk kebutuhan relokasi pedagang Rp2,4 miliar.
    “Dananya siap di tahun ini. Kita akan menyiapkan relokasi secara memadai. Tempatnya akan kami cari yang nyaman untuk berjualan, ada fasilitas toilet dan pembuangan limbahnya, dan yang penting tidak terlalu jauh dari lokasi pasar saat ini,” kata Anas.
    Tahap awal, pada tahun ini relokasi akan dilakukan di pasar sisi utara. Bila dana mencukupi, relokasi akan dilakukan, baik sisi utara maupun selatan.
    “APBN telah menyiapkan Rp36 miliar, namun kita tangguhkan karena kita belum siap dana relokasi. Silakan yang mau usul lagi, pokoknya pedagang harus tahu detail agar tidak ada saling prasangka di antara kita. Kalau semua nyaman, berjualan di pasar jadi senang, rezekinya barokah,” kata Anas.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com