• Bungalow Paket Wisata Terbengkalai

    0

    Bungalow-Pulau-KemaroPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Proyek 10 Bungalow yang berlokasi di Pulau Kemaro belum juga berfungsi hingga saat ini, Hal itu membuat pembangunan Bungalow yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 4,8 miliar tersebut, terlihat terbengkalai.

    Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sebagai pengelola berencana memfungsikam bungalow yang tersedia dan sudah dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Salah satunya melalui program pengembangan wisata sungai dan wisata religi yang sudah disusun, 10 bungalow yang merupakan resort tepian sungai Musi pertama di Palembang tersebut, akan segera difungsikan sebagai satu kesatuan dari paket wisata yang akan kita promosikan.

    “Sebenarnya bukan terbengkalai, akan tetapi fungsi bungalow ini belum aktif karena belum ada konsep yang jelas terkait operasionalnya. Apalagi, jumlah bungalow yang tanggung, sulit untuk dipasarkan,”kata Kepala Disbudpar Kota Palembang, Isnaini Madani, Ahad (25/9).

    Dilanjutkan Isnaini, Disbudpar saat ini sedang merancang sebuah paket pariwisata yang dapat di integrasikan dengan beberapa objek wisata sungai dan wisata religi.Dengan berkembangnya pariwisata sungai, maka akan dengan mudah mengoperasionalkan bungalow yang sudah selesai dibangun sejak akhir 2014 lalu.

    “Kami melibatkan tim arsitek dari persatuan arsitek indonesia, untuk dapat mendesign penataan wisata sungai yang kita akan lakukan termasuk mempercantik kawasan resort Pulau Kemaro. Dimana, kami berencana akan menata dan menambah bungalow,”jelasnya.

    Isnaini menyampaikan, pihaknya akan mengembangkan apa yang menjadi kebutuhan operasional bungalow yang dibangun diatas lahan seluas 30 hektar. Dimana pihaknya menargetkan akan menambah minimal 25 bungalow pada 2017 nanti dan mempersiapkan beberapa sarana pendukung lain dalam penjualannya.

    “Saat ini baru ada 10 bungalow yang idelanya diisi oleh 2 orang.Sehingga ini masih dianggap kurang apabila ingin menjadi objek wisata untuk para pengunjung. Karena untuk menjualnya, selain harus memberikan fasilitas yang lengkap, jumlah bungalow menjadi hal yang penting, dalam menawarkan paket menginap untuk perusahaan,”ungkap dia

    Isnaini mengatakan, berdasarkan Detailed Enginering Design (DED) pihaknya dapat menambah sampai 50 bungalow untuk mendukung paket pariwisata yang akan dijalankan. Karena, wisata sungai musi memiliki potensi yang cukup menarik, yang dapat memancing minat wisatawan local maupun mancanegara.

    “Nanti akan kita lengkapi semua, dengan memberikan beberapa penunjang kawasan objek wisata bungalow seperti, acrtion area, fasilitas meeting room, ballroom, ruang makan, termasuk juga kantor pengelola. Kita akan kembangkan lagi area ini dan juga bisa membuat semacam atraksi untuk menarik wisatawan,”tukasnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com